Panen jagung di Gorontalo.

INDOAGRIBIZ–Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur Gorontalo, Ketua KPPU, Syarkawi Rauf dan Wakil Ketua Komisi IV Roem Kono melepas 57.650 ton dari total 100 ribu ton jagung dengan tujuan ekspor ke Philipina.

Dalam sambutannya, Mentan mengucapkan sukur karena Indonesia sudah mampu mengekspor. Padahal di tahun 2015 yang lalu Indonesia masih melakukan impor 3.6 juta ton. “Hari ini (Rabu, 14/2), syukur Alhamdulillah, kita bisa ekspor jagung. Kita putar keadaan,” kata Mentan, sebagaimana dikutip laman resmi Kementerian Pertanian, Senin (19/2).

Mentan mengklaim sejak seja tiga tahun terakhir ini total peningkatan produksi jagung dapat membawa tambahan pendapatan bagi petani Gorontalo sebesar Rp4 Triliun.

Menguatkan harapan Mentan, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf menegaskan agar produksi jagung yang dulu hanya 300.000 ton sekarang menjadi 1.552.136 ton tersebut tidak dipermainkan oleh siapapun.”Kita harus bela dan bantu petani,” ujar ketua KPPU.

Sebelumnya, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyampaikan total nilai produksi jagung tahun 2017 dibanding tahun sebelumnya, ini mampu meningkatkan pendapatan sebesar Rp. 4 Triliun. Habibie juga menyatakan bahwa 75 persen masyarakatnya yang ada di Gorontalo mampu naik haji karena hasil jagung. “Di sini, sudah 75 persen masyakat naik haji dari jagung,” kata Habibie.

Sebelum pelepasan ekspor ini, Menteri Pertanian bersama Gubernur Gorontalo dengan disaksikan oleh masyarakat telah melakukan panen di luasan hamparan 100 hektar dengan produksi 7.2 ton perhektar.

Gorontalo sendiri mempunyai potensi lahan pertanian seluas 198.655 hektar. Dengan rincian lahan sawah 14.298 ha dan luas bukan sawah 163.017 ha. Panen jagung di propinsi Gorontalo hampir tidak mengenal waktu dan musim. Ini dapat dilihat dari perkiraan panen 2 bulan ke depan dengan luas areal yang akan dipanen 82.263 ha. [moh]

Foto : laman resmi Kementan