Gelar Pelatihan Pakan Mandiri di Kampung Ikan

Jakarta (Indoagribiz). Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal mengadakan ‘Pelatihan Teknis Kelautan dan Perikanan Bidang Pembuatan Pakan Ikan dan Pengolahan Hasil Perikanan’ bagi masyarakat di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada ( 9-10/3) , lalu.

Pelatihan diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari 70 orang pembudidaya perikanan dan 30 orang pengolah perikanan dengan menggunakan metode blended learning. Melalui metode ini, para instruktur dari BP3 Tegal memberikan demonstrasi secara online dari kedudukannya. Sementara itu, para peserta mengikuti pelatihan dari 3 lokasi berbeda yaitu Balai Desa Kacangan Kec. Andong, Balai Desa Bandung Kec. Wonosegoro, dan Aula Dinas Peternakan dan Perikanan guna tetap menjaga protokol kesehatan.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja mengatakan,  pelatihan ini ditujukan untuk menumbuhkan sentra kelautan dan perikanan yang terintegrasi di Kabupaten Boyolali.  Pelatihan ini sejalan dengan salah satu program prioritas Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, untuk mengembangkan kampung-kampung budidaya air tawar, payau, dan laut di berbagai wilayah Indonesia.

Sjarief juga berharap, ke depannya ada sebuah desa atau kampung di Boyolali ini yang menjadi sentra atau kawasan yang terintegrasi. Mulai dari rumah tangga yang berperan sebagai pembuat pakan ikan sampai dengan rumah tangga yang memasarkan produk-produk olahan ikan, baik di dalam maupun di luar Boyolali.

“ Setelah sentra budidayanya terintegrasi, roda perekonomian terus berputar di daerah ini,” ujar Sjarief, dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (17/3).

Menurut Sjarief, pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri dan pengolahan hasil perikanan kali ini pun menjadi salah satu langkah KKP untuk mewujudkannya. Sjarief berharap agar tingginya biaya pakan ikan yang menjadi kendala dalam usaha budidaya dapat diatasi.

“Harga pakan ikan yang tinggi selalu mendominasi biaya produksi kegiatan budidaya bagi pembudidaya ikan. Dengan membuat pakan ikan mandiri, pembudidaya dapat menghemat sampai dengan 20% dari biaya produksinya,” paparnya.

Adapun pelatihan pengolahan hasil perikanan yang dilakukan secara bersamaan diharapkan dapat turut meningkatkan angka konsumsi ikan, melesatkan tingkat gizi dan kesehatan masyarakat, serta membangkitkan sektor perikanan nasional.

“Inovasi olahan ikan juga sangat penting dalam peningkatan angka konsumsi ikan nasional. KKP menargetkan tingkat konsumsi ikan sebesar 62,50 kg/kapita/tahun di tahun 2024 yang sebelumnya 56,39 kg/kapita/tahun di tahun 2020. Pelatihan ini menjadi salah satu strategi kami untuk mencapai target tersebut,”  katanya,

Guna mewujudkan kawasan perikanan terintegrasi di Boyolali,  pihaknya mendorong sinergi yang baik dari pemerintah daerah, penyuluh, maupun masyarakat. Dengan begitu, diharapkan agar ikan lele dan nila yang menjadi produk unggulan Boyolali dapat tumbuh optimal untuk meningkatkan usaha masyarakat.

Sekretaris Daerah Kab. Boyolali, Masruri  mengatakan, konsumsi ikan di daerahnya masih cukup rendah dibandingkan daerah lainnya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya minat masyarakat pegunungan dalam mengonsumsi ikan.

“Masyarakat Boyolali tinggal di daerah pegunungan sehingga memang tidak gemar makan ikan,” ujarnya.

Menurut Masruri, biaya pakan tinggi juga menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan budidaya ikan setempat.  Karena itu, pihaknya mendukung terselenggaranya pelatihan ini.  Berkat pelatihan ini diharapkan akan tumbuh kelompok-kelompok usaha pakan mandiri baru di Boyolali untuk mendukung kegiatan budidaya.

“Memang di daerah ini perlu ada kelompok yang bisa membuat pakan sendiri menggunakan bahan-bahan lokal sehingga pembudidaya ikan tidak kesulitan untuk meningkatkan produksi ikan, yang bermanfaat untuk pangan masyarakat juga,”  katanya.

Masruri pun berharap agar rangkaian pelatihan ini akan diteruskan dengan materi pemasaran secara online yang dinilai lebih menguntungkan dan mudah.

“Ada baiknya masyarakat Boyolali juga ikut belajar pemasaran secara online sehingga semakin banyak lagi daerah yang bisa menjangkau produk perikanan dari Kabupaten Boyolali ini,” katanya.

Sebagai informasi, pelatihan ini diinisasi oleh Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai tindak lanjut proposal kerja sama antara Pemda Boyolali dan KKP pada September 2020. Rangkaian pelatihan yang akan terus dijalankan ke depannya ini diharapkan dapat mewujudkan pembangunan sektor perikanan, yang merupakan sektor unggulan Boyolali, di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilya Pregiwati, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali Bambang Purwadi, Kepala BP3 Tegal Moch. Muchlisin, serta jajaran instruktur, widyaiswara, dan penyuluh perikanan BP3 Tegal. (ind)