Gelar Gerakan Konsumsi Pangan Lokal di Makassar

Makassar (Indoagribiz)—Gerakan konsumsi pangan lokal di perhotelan yang diinisiasi Kementerian Pertanian terus melebarkan sayapnya  ke wilayah timur Indonesia. Setelah sukses menggandeng Accor Group di Yogyakarta, Bandung dan Bali, gerakan tersebut dilaksanakan di Novotel Makassar pada Kamis (24/6) lalu. 

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam arahannya secara virtual, menegaskan bahwa pangan dan komoditas pertanian Indonesia merupakan karunia dari Tuhan dan memiliki rasa yang tidak kalah dengan negara lain di dunia. “Kami memberikan dukungan maksimal terhadap penggunaan makanan nasional untuk masuk ke hotel dan restoran, serta memperkuat ekspor Indonesia,” ujar SYL, dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (28/6).

Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi. Menurutnya, kerjasama Kementerian Pertanian dengan grup Accor Hotel merupakan solusi bagaimana memasukkan pangan lokal produksi petani ke hotel bermodalkan keunggulan pangan lokal yang disajikan.

Suwandi menghimbau agar potensi pangan lokal di Sulawesi Selatan dikonsolidasikan untuk dapat masuk hotel serta membuat Perda/Pergub supaya hotel-hotel setempat menggunakan pangan lokal. “ Terkhusus Accor Grup Makassar dan seluruh Indonesia diminta untuk dapat membuat outlet atau show window untuk pangan lokal dan UMKM,” ujar Suwandi.

Sebagai langkah konkret upaya pemanfaatan produk pangan lokal yang disinergikan dengan sektor pariwisata dan perhotelan, dalam kesempatan tersebut ditandatangani Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Hotel Accor Group dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan. Kemudian juga ditandatangani Perjanjian Kerjasama antar Novotel Makassar Gran Shayla dengan UMKM Jagung Marning Best Corn dan UMKM Kandora Coffee.

Perwakilan UMKM lokal Provinsi Sulawesi Selatan juga mendapat kesempatan untuk mempromosikan produk unggulannya. Diantaranya, UMKM Kembar 2 dengan produk unggulannya ubi kayu frozen. Kemudian,  Gapoktan Buhung Bundang dengan produk unggulannya beras jagung dan Poktan Bangkit Sidrap dengan produk unggulannya porang.

Porang merupakan komoditas yang sedang naik daun dibudidayakan dan memiliki potensi ekspor yang besar apalagi dalam bentuk olahan seperti shirataki (mie porang). Selain itu, Sulawesi Selatan juga memiliki kekhasan komoditas kopi toraja yang memiliki rasa khas tersendiri dibanding kopi dari daerah lain.  Melalui gerakan pangan lokal, petani UMKM akan lebih maju dan sektor pariwisata perhotelan kembali pulih dimasa pandemik covid-19. (ind)