Food Estate Sumba Tengah, Harapan Baru Petani NTT

Kupang (Indoagribiz). Program food estate di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk dosen, peneliti dan mahasiswa. Hal itu dikarenakan, food estate adalah harapan baru dalam memenuhi pangan berkelanjutan untuk kebutuhan rakyat Indonesia Timur.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Damianus Adar meminta seluruh dosen, para peneliti dan mahasiswanya turun langsung membantu kegiatan para petani dalam mengembangkan program jangka panjang food estate di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya selaku dekan dan atas nama seluruh civitas academika fakultas pertanian Undana menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap pengembangan food estate di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Karena itu, saya minta kepada para dosen, peneliti dan mahasiswa agar dapat berkontribusi di dalam pengembangan program food estate,” kata Damianus, dalam siaran persnya, di Kupang, Rabu (17/2).

Dikatakan, kebijakan pemerintah dalam merancang program food estate dinilai sudah tepat. Bahkan, food estate ini nantinya bisa menjadi solusi di tengah munculnya ancaman krisis pangan yang melanda dunia akibat pandemi covid 19.

“Food estate ini adalah program yang bisa memenuhi ketersediaan dan keterjangkauan pangan bermutu bagi masyarakat di Provinsi NTT,” ujarnya.

Kini, jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan percepatan perkembangan food estate di NTT. Diantaranya,  dengan mengalokasikan berbagai bantuan sarana dan prasarana produksi pertanian seperti pupuk, benih unggul, alsintan dan juga pembuatan sumur bor solar shell yang terintegrasi dengan infrastruktur lainya.

Ada 11 Desa yang menjadi titik sentral kegiatan food estate di Kabupaten Sumba Tengah. Kesebelas desa itu diantaranya Desa Wairasa, Umbu Mamijuk, Umbu Pabal Selatan, Umbu Langgang, Anakalang, Wailawa, Tana Modu, Oka Waci dan Makatakeri.

Sedangkan sistem pola tanam yang akan dijalankan pada tahap I adalah pola tanam jagung-padi-jagung. Kemudian pola tanam tahap II jagung-padi-jagung dan pola tanam III jagung-padi-jagung serta tambahan polanya ialah sapi-jeruk-kelapa. Adapun dari hasil hitungan sementata, total luasan tersebut bisa mendulang untung hingga Rp 123 miliar.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan, program food estate di Kabupaten Sumba Tengah terus menunjukan perkembangan yang signifikan. Diantaranya pertumbuhan vegetatif padi yang baik karena dukungan pembinaan teknis, air dari sumur pompa,  pupuk dan benih unggul yang telah didistribusikan.

Menurut Kuntoro, Kementan juga sudah melakukan pengembangan food estate di beberapa Provinsi seperti Provinsi Kalimantan Tengah, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur. Dua diantaranya bahkan sudah memasuki masa panen, yakni di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Humbahas.

“Di pulang pisau Kalteng, sudah mulai panen dan hasilnya sangat mengembirakan. Kemudian di Kabupaten Humbahas juga sudah mulai panen bawang dengan hasil yang juga tidak mengecewakan. Minggu depan adalah puncaknya,” pungkasnya. (ind)