FAO: Pertanian Indonesia Serap Banyak Tenaga Kerja

Jakarta (Indoagribiz)–Kepala Perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO) di Indonesia,  Richard Trenchard menyebutkan, saat masa sulit seperti saat ini, sektor pertanian Indonesia  memberikan kontribusi dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi positif. Hal tersebut merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa dan patut dihargai. 

Selama pandemi, peran sektor pertanian di Indonesia cukup signifikan. Pasalnya, sektor pertanian berhasil meningkatkan pertumbuhan PDB sektor pertanian sekitar 2,19% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year).

“Pertanian Indonesia dapat terus bergerak maju karena kolaborasi dan kebersamaan dari seluruh stakeholder untuk mendukung ketahanan pangan,” ujar Richard, dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (26/4).

Menurutnya, pertanian Indonesia  sangat luar biasa. Sektor pertanian banyak  menyerap  tenaga kerja, jutaan perempuan dan laki-laki. Petani didukung oleh pemerintah, baik di tingkat nasional, propinsi, kabupaten.

“ Kami juga melihat peran serta perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan juga sektor swasta yang terus mendorong pertumbuhan pertanian di negara ini,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi perhatian dan kontribusi yang diberikan oleh FAO bagi pembangunan pertanian Indonesia.

“Kami mengapresiasi support yang telah diberikan, lebih dari 650 proyek dan program kerja sama, dan dukungan lebih dari 1600 tenaga ahli dan konsultan internasional dan nasional sangat membantu untuk pembangunan pertanian Indonesia” kata Mentan SYL.

Mentan SYL menyampaikan jurus-jurus bagaimana ketangguhan pertanian mampu menjadi tulang punggung saat pandemi Covid-19 melalui 5 Cara Bertindak (CB) sebagai bentuk kebijakan dalam menjaga ketahanan pangan untuk meningkatkan produksi yang berdaya saing dengan dukungan penyediaan sarana prasarana melalui teknologi melalui.

Mentan mengungkapkan keoptimisannya dengan 5 CB yang memiliki kesamaan dengan 5 jalur aksi yang dikembangkan PBB untuk Food System Summit.

“Kami senang saat mendapati bahwa 5 CB yang kami upayakan ternyata sejalan dengan Lima Jalur Aksi (5 Action Tracks) yang dikembangkan oleh PBB untuk Food System Summit.”  Kata Mentan Syahrul.

Menurut Mentan SYL, untuk menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia, Kementan telah mengembangkan beberapa kebijakan. Diantaranya, meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan diversifikasi pangan lokal, memperkuat cadangan pangan dan sistem logistik, mengembangkan pertanian modern melalui serta meningkatkan ekspor komoditas pertanian.

Lebih lanjut, Richard mengatakan, selama ini FAO memberi dukungan penguatan sistem pangan dan pertanian keluarga yang dilakukan dengan Badan Ketahanan Pangan, penguatan aspek kesehatan hewan dan sektor peternakan melalui Ditjen Peternakan dan kesehatan Hewan. Juga melakukan percepatan digitalisasi sektor pertanian melalui kerja sama e-Agriculture seperti yang dikembangkan bersama Pusdatin dan Badan Litbang Pertanian. (ind)