Fadli Zon

INDOAGRIBIZ–Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menginginkan berbagai pihak terkait agar bisa mengajak generasi muda nusantara untuk dapat masuk ke sektor pertanian guna menjadi petani dalam rangka mengembangkan lahan di Tanah Air.

“Sekarang ini, semakin sedikit pemuda kita yang tertarik pada dunia pertanian,” kata Fadli Zon dalam rilis, Minggu (28/1).

Menurut Fadli, minimnya ketertarikan generasi muda terhadap bidang pertanian dapat berpotensi mengancam ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia. Politisi Gerindra itu juga mengingatkan, saat ini kalangan petani cenderung menjadi lebih tua dengan rata-rata usia mereka mencapai sekitar 50 tahun. Untuk itu, ujar dia, diharapkan pemerintah juga bisa memberikan kemudahan hingga pendidikan atau pelatihan bagi generasi muda yang tertarik masuk ke pertanian.

“Perlu ada penyuluhan supaya ada ketertarikan pada para pemuda, dan ada kampanye untuk bertani pada para pemuda,” papar dia.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian “merayu” generasi muda agar semakin banyak yang mau menjadi petani di berbagai daerah sebagai upaya mewujudkan visi pemerintah ingin menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.”Fakta terjadi di semua belahan dunia. Jumlah petani muda menurun, dan yang tersisa petani yang sudah berusia tua,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, dalam Seminar Hari Pangan Sedunia ke-37, di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (18/10).

Menurut Agung Hendriadi, penurunan jumlah pemuda petani tersebut adalah karena banyak generasi muda yang bermigrasi dari desa karena tidak tertarik bekerja di lahan pertanian, sehingga beralih ke sektor lainnya.

Ia berpendapat bahwa yang membuat menarik bagi anak muda pada saat ini adalah yang memiliki nilai tambah serta memiliki sentuhan teknologi yang selaras dengan perkembangan era global saat ini.”Kami akan coba pertanian kita mempunyai margin keuntungan yang tidak kalah kalau kita bekerja di luar pertanian. Jawabannya adalah teknologi, karena banyak anak muda yang tertarik mengembangkan aplikasi,” kata dia.

Agung menuturkan bahwa aspek teknologi yang akan meningkatkan melesat margin keuntungan tersebut, karena dengan teknologi bakal dapat memproduksi hasil maksimal dengan tenaga yang relatif kecil. Selain itu, ujar dia, berbagai pihak juga harus mampu menjamin harga jual dari produksi pertanian dalam negeri memiliki tingkat harga jual tinggi agar banyak generasi muda yang tertarik. [moh]