Petani sawit (foto wahdi/antara)

INDOAGRIBIZ–Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengeritik langkah ratifikasi resolusi kelapa sawit yang dilakukan oleh parlemen Uni Eropa, karena dapat dianggap sebagai sebuah pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia.

“Seperti sahabat yang ditelikung dari belakang oleh sahabatnya sendiri. Bagaimana tidak, Indonesia merupakan mitra, sahabat dalam berbagai kerja sama bilateral dan unilateral sejak awal Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri,” kata Edhy Prabowo dalam rilis, Jumat (8/12).

Dia menegaskan, resolusi sawit tersebut merupakan isu kampanye hitam yang dilancarkan kepada RI yang merupakan pengeskpor komoditas sawit terbesar di Eropa. Menurut politisi Partai Gerindra, kondisi itu tentu saja sangat merugikan produksi sawit Indonesia yang di dalamnya banyak terdapat petani kecil.

Edhy juga menegaskan bahwa kampanye hitam itu adalah persaingan bisnis agar sawit tidak dimasukkan sebagai bahan baku program biodiesel pada tahun 2020 mendatang, sehingga hal tersebut juga dinilai melanggar konsep perdagangan yang adil yang selama ini dianut Uni Eropa.

Seperti diberitakan, pelaku usaha industri kelapa sawit harus memastikan perusahaan yang dimiliki mereka benar-benar terbebas dari aktivitas deforestasi dalam rangka meningkatkan kualitas komoditas salah satu andalan ekspor Indonesia itu.

“Industri minyak sawit masih merusak dan laporan kami menunjukkan para pedagang tidak mempunyai rencana untuk memperbaikinya,” kata Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Bagus Kusuma, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, Greenpeace International telah mengeluarkan laporan terbaru yang mengungkapkan bahwa para pemasok ke sejumlah merek di dunia masih belum dapat menjamin sawit mereka bebas dari deforestasi.

Ia juga berpendapat bahwa tak satu pun dari perusahaan tersebut bisa membuktikan tidak ada deforestasi dalam rantai pasok minyak sawit mereka, dan menyatakan industri minyak sawit penyebab utama deforestasi.

Bagus menyatakan situasi ini sangat penting bagi hutan Indonesia, karena negeri ini dinilai telah kehilangan jutaan hektare hutan dan deforestasi merupakan ancaman besar bagi hewan langka yang tinggal di sana. [moh]