Dukung Industri Ikan Hias,

KKP Kembangkan Pusat Koi dan Maskoki di Bogor

Bogor (Indoagribiz). Industri ikan hias di masyarakat selama pandemi covid 19 terus berkembangkan pesat. Guna mendukung pengembangan industri ikan hias tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan , Sakti Wahyu Trenggono meresmikan Pusat Koi dan Maskoki Nusantara, di Raiser Ikan Hias Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/3) lalu.

Menteri Trenggono mengatakan, KKP optimis mampu mengembangkan industri ikan hias untuk mendorong ekspor yang berkelanjutan. Karena itu, optimalisasi  potensi produksi dan ekspor ikan hias ke pasar dunia dalam pengembangannya harus tetap memperhatikan perlindungan dan pelestarian. Ketelusuran, sertifikasi, registrasi dan prinsip kehati-hatian juga harus menjadi perhatian.

“Antara ekologi dan ekonomi harus sama-sama dijaga,” ujar Menteri Trenggono, dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (8/3).

Produk ikan hias tidak hanya diminati oleh pasar domestik tapi juga manca negara. Berdasarkan catatan KKP, ekspor ikan hias Indonesia senilai USD 33 juta pada 2019, meningkat signifikan dari tahun 2012 sebesar USD 21 juta. Nilai ekspor ikan hias Indonesia tahun 2019 ini merupakan 10,5% dari pasar ikan hias dunia.

Indonesia masuk 5 besar negara pengekspor ikan hias sejak 2010 dan menjadi yang terbesar di dunia pada tahun 2018. Komoditas ikan hias ekspor Indonesia antara lain, napoleon wrasse, arwana, cupang hias, dan maskoki. Sedangkan negara tujuan utama ekspor ikan hias Indonesia adalah China, Amerika, Rusia, Kanada, dan Singapura.

Pusat Pengembangan dan Pemasaran Ikan Hias – Raiser Ikan Hias di Cibinong, Bogor ini ditujukan untuk mensiasati peluang pasar baru dan promosi. Keberadaan riser ikan hias ini diharapkan mampu memacu dan meningkatkan pangsa pasar ikan hias Indonesia di dunia internasional. Raiser ikan hias ini satu-satunya fasilitas pengembangan dan pemasaran ikan hias terbesar milik pemerintah.

Menteri Trenggono berharap kehadiran raiser ikan hias di Cibinong, selain menjadi pusat pengembangan industri dan pemasaran ikan hias, juga dapat meningkatkan kualitas, menjadi penyangga stok, sarana edukasi dan pusat informasi ikan hias Indonesia.

“Perlu adanya perpaduan, baik itu kontes (ikan hias), training, dan juga pengembangan. Supaya bisa menggerakkan wisata juga,” tegasnya.

Pelaku usaha ikan hias menyambut baik hadirnya Pusat Ikan Koi dan Maskoki Nusantara di Raiser Ikan Hias Cibinong. Sebab keberadaannya akan mendorong majunya industri ikan hias dalam negeri.

Menurut salah satu pelaku usaha ikan hias, Reza Stefanuz,  pihaknya sangat mengapresiasi keberadaan raiser ikan hias di Cibinong. Reza yang sudah menggeluti usaha ikan hias selama 15 tahun ini menilai, raiser sangat membantu komunitas dan pedagang ikan hias dalam mempromosikan maskoki juga koi.

Dikatakan, dengan adanya raiser akan membantu pelaku usaha dalam penyediaan sarana dan prasarana, penyediaan gedung yang baik, tersedianya aquarium yang sesuai standart pemeliharaan ikan hias, tersedianya air bersih yang sudah teruji untuk kadar PH dan lainnya.

“ Riser ikan hias juga menyediakan pasokan listrik yang cukup penting untuk airasi dan kelangsungan hidup ikan hias selama pameran,” kata pemilik Reza Goldfish Farm ini.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti mengatakan, Indonesia memiliki 4.552 jenis spesies ikan hias bahkan 440 diantaranya merupakan endemik tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Besarnya potensi sumber daya adalah anugerah bagi Indonesia yang seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai penggerak ekonomi nasional, penyedia lapangan kerja, dan memiliki potensi besar sebagai penghasil devisa negara. Meski begitu, saat ini pembudidaya ikan hias Indonesia umumnya masih berskala kecil.

“ Selain itu, jenis ikan, waktu pengiriman, dan modal yang mereka miliki cenderung terbatas. Ditambah lagi dengan kualitas produk yang relatif masih rendah. Sedangkan untuk para penangkap ikan hias endemik, kendala yang dihadapi adalah penangkapan biasanya dilakukan secara musiman dan sangat tergantung pada potensi stok ikan,” paparnya.

Acara tersebut juga dimeriahkan dengan kontes ikan hias maskoki berjudul 4th Indonesian Goldfish League yang diselenggarakan oleh Komunitas Maskoki Indonesia dan diikuti oleh 377 peserta dari Jabodetabek. Di tempat tersebut juga digelar pameran produk olahan hasil kelautan dan perikanan baik pangan maupun non-pangan, produk inovasi BBP3KP, mobil alih teknologi dan informasi, bimbingan teknis pengembangan usaha untuk pelaku usaha ikan hias, dan depo bursa ikan hias. (ind)