INDOAGRIBIZ–Anggota Komisi V DPR RI Lalu Gede Syamsul Mujahidin menyambut baik upaya organisasi kemasyarakatan melakukan pendampingan masyarakat dan sinergitas dengan program pemerintah di bidang pertanian. Dia menyatakan rasa prihatinnya, sebab dunia pertanian menjadi tidak menarik bagi kalangan muda apalagi perempuan.

“Melalui penguatan kelembagaan seperti yang dilakukan Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), diharapkan mampu menjadi agen yang strategis dalam melakukan program-program yang bersentuhan langsung dengan peningkatan bagi kesejahteraan petani. Lebih khusus terhadap peningkatan peran perempuan dalam meningkatkan produktivitas pertanian,” kata dia, usai Rapat Pleno Program Kerja Perempuan HKTI di Jakarta, dikutip dari laman resmi DPR, Kamis (1/3).

Menurut legislator dari Dapil NTB ini, generasi muda dan perempuan tani akan dihadapkan dengan situasi tantangan zaman. Anak-anak muda dan perempuan masih banyak yang meragukan sektor pertanian menjadi lapangan pekerjaan yang menjanjikan. Padahal, petani muda adalah tulang punggung yang dapat diandalkan bagi kemajuan pertanian Indonesia.

Untuk itu, konsolidasi organisasi Perempuan Tani HKTI diharapkan mampu menjaring aspirasi  petani, sekaligus dapat dikoordinasikan dan direalisasikan harapan petani perempuan di seluruh pelosok negeri, ke dalam program-program yang manfaatnya langsung dirasakan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Politisi Fraksi Hanura ini berharap, dari hasil Rapat Pleno Program Kerja Perempuan Tani HKTI ini di harapkan semua keputusan-keputusan atau rekomendasi-rekomendasi organisasi baik, untuk internal maupun eksternal mampu menjawab tantangan yang akan dihadapi ke depannya. Karena perempuan dalam konteks sebagai bagian dari pertanian mempunyai banyak hal yang harus di kerjakan.

“Penduduk perempuan yang 7 kali lebih banyak daripada laki-laki adalah potensi sekaligus tantangan tersendiri bagi Perempuan Tani HKTI, bagaimana mewujudkan kesejahteraan, keadilan dan hak-hak yang harus dimiliki oleh perempuan khususnya Perempuan Tani,” pungkas Lalu Gede. [moh]