INDOAGRIBIZ. Anggota Komisi IV DPR RI Firman Subagyo menyoroti permasalahan alih fungsi lahan pertanian. Padahal saat ini Republik Indonesia masih memerlukan banyak sekali lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya di Tanah Air.

Firman Subagyo dalam rilis, Kamis (14/9), menyatakan keprihatinnya karena banyak lahan pertanian produktif, khususnya di pulau Jawa, yang ternyata saat ini telah dialihfungsikan.

Politisi Partai Golkar itu mengingatkan bahwa berdasarkan data PBB, pertumbuhan penduduk global pada tahun 2050 mendatang diperkirakan mencapai sekitar 9,3 miliar orang. Karena itu, ujar dia, populasi yang membengkak tersebut tentu berpengaruh terhadap kebutuhan pangan dunia, termasuk juga Indonesia.

Menurutnya, program cetak sawah yang telah digulirkan pemerintah bukan merupakan solusi terbaik karena perlu dipikirkan mengenai sistem irigasinya. Firman juga mengingatkan bahwa untuk melakukan cetak sawah itu, Kementerian Pertanian juga kerap harus berhadapan dengan Kementerian Kehutanan.

“Di sisi lain pemerintahan di daerah yang fokus untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari retribusi,” katanya.

Sebelumnya, Staf Ahli Bidang Ekonomi Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Irjen Pol Bambang Hermanu saat berkunjung ke Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, 28 April, memprihatinkan maraknya kasus alih fungsi lahan pertanian di daerah itu.

“Alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Rejang Lebong menjadi permasalahan yang cukup menonjol. Untuk itu kami mengajak pemerintah daerah untuk menahan laju alih fungsi lahan pertanian ini dengan berbagai cara,” kata Bambang Hermanu.

Menurut dia, salah satu upaya menahan laju alih fungsi adalah dengan memberikan pengawasan terhadap lahan produktif. (MOH/NSS)