INDOAGRIBIZ–Pemerintah dinilai perlu menggencarkan operasi pasar di berbagai daerah untuk menekan harga beras yang mengalami peningkatan akhir-akhir ini.

“Pedagang tidak boleh menjual beras melampaui harga eceran tertinggi. Namun kalau faktanya seperti itu, maka obatnya operasi pasar,” kata anggota Komisi IV DPR Ibnu Multazam dalam rilis di Jakarta, Sabtu (13/1).

Untuk itu, ujar dia, pemerintah harus gencarkan operasi pasar guna menekan lonjakan kenaikan harga beras yang mencapai titik tertinggi pada awal 2018. Politisi PKB itu mengingatkan, kenaikan harga gabah sebenarnya membawa keuntungan bagi petani, tetapi juga mengakibatkan banyak konsumen yang mengeluh. Selain itu, ia menginginkan Bulog dapat melakukan penyerapan beras secara maskimal dari petani karena saat ini musim panen sehingga harga seharusnya normal.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik menyatakan harga rata-rata beras medium di tingkat penggilingan pada Desember 2017 naik sebesar 2,66 persen menjadi Rp9.526 per kilogram jika dibandingkan dengan November.

Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Selasa (2/1), mengatakan bahwa kenaikan harga beras khususnya kualitas medium pada Desember 2017 tersebut akibat ada kenaikan permintaan dari masyarakat. Kenaikan rata-rata harga beras bukan hanya terjadi pada beras kualitas medium saja. Namun, untuk beras kualitas premium tercatat juga mengalami kenaikan menjadi Rp9.860 per kilogram atau naik 3,37 persen dibandingkan bulan sebelumnya. [moh]