Lahan pertanian akan menjadi garda terdepan dalam ketahanan pangan nasional (foto mc kodim cilacap)

INDOAGRIBIZ–Komisi IV DPR RI menginginkan pemerintah dapat menambah jumlah penyuluh pertanian mengingat sektor tersebut merupakan salah satu ujung tombak pembangunan pertanian yang memiliki peran sangat strategis sebagai pendamping petani.

Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo dalam rilis, Selasa (31/10), mengemukakan setelah kunjungan kerja ke Provinsi Jambi, didapati adanya pengaduan dari perwakilan petani jagung yang mengadukan kurangnya bimbingan dari penyuluh yang memang masih mereka perlukan.

Politisi Partai Gerindra itu mengingatkan bahwa Indonesia saat ini kekurangan sekitar 43.000 penyuluh pertanian, dan ditambah kebutuhan sekitar 5.000 penyuluh kehutanan, maka diperkirakan ada sekitar 50.000 tenaga kerja baru yang diperlukan untuk memberi penyuluhan.

Edhy mengingatkan bahwa persoalan kekurangan penyuluh adalah hal yang sangat mendesak karena dapat mengganggu ketahanan pangan nasional. Selain itu, ujar dia, pihaknya juga bakal mendorong pemerintah untuk mengeluarkan peraturan yang tegas guna mengatasi permasalahan tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi menginginkan fakultas pertanian yang tersebar di berbagai daerah seharusnya mampu meningkatkan jumlah petani guna mengantisipasi menurunnya generasi muda pedesaan yang ingin menjadi petani.

“Banyak fakultas pertanian di seluruh Indonesia, kenyataannya jumlah petani menurun,” kata Viva Yoga. Ia menambahkan, inovasi pertanian yang dikembangkan Indonesia tidak berdampak positif terhadap peningkatan produksi pertanian karena berbagai inovasi alat sistem pertanian yang digunakan masih dimpor.

Hal itu, ujar dia, juga menandakan bahwa berbagai inovasi yang dihasilkan berbagai pihak di dalam negeri dinilai tidak aplikatif atau bisa diterapkan dengan baik terhadap pertanian. Untuk itu, politisi PAN itu menganggap bahwa hal tersebut merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia agar dapat meningkatkan sumber daya manusia terutama di bidang pertanian.

Ia mengingatkan bahwa jumlah pengusaha di sektor pertanian di Indonesia masih sangat kecil, yaitu sekitar 1,3 persen, padahal masih banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. [MOH]