Wakil Ketua DPR Ingin Pemerintah Fokus Sektor Pertanian

Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menginginkan
pemerintah dapat fokus dalam memperkuat sektor pertanian khususnya
dalam produksi pangan terutama guna menghadapi potensi dampak dari
pandemi COVID-19.

“Mayoritas penduduk Indonesia pendapatannya bertumpu pada sektor
pertanian dan sumber daya alam, karenanya dibutuhkan perhatian khusus
ke sektor ini,” kata Muhaimin dalam rilis di Jakarta, Sabtu (15/8).

Menurut dia, diperlukan reorientasi ekonomi baru di mana salah satunya
adalah memperkuat sektor pertanian karena hal tersebut dinilai sebagai
solusi dalam menghadapi krisis. Apalagi, politisi Partai Kebangkitan
Bangsa (PKB) itu juga mengingatkan bahwa sebanyak 75 persen desa di
berbagai wilayah di Tanah Air dapat dikategorikan sebagai desa
pertanian.

Ia juga mengingatkan, fokus di dalam sektor pertanian juga selaras
dengan perwujudan Indonesia sebagai kekuatan pangan di dunia.”Bangsa
Indonesia harus berdaulat pangan, kita tidak boleh menggantungkan
nasib pangan 260 jutaan rakyat Indonesia dari luar karena itu sangat
berbahaya jika terjadi krisis,” tegasnya.

Sebagaimana diwartakan, Indonesia dinilai membutuhkan lebih banyak
wirausaha di bidang pertanian untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi
nasional sekaligus mengantisipasi ancaman krisis pangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP)
Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu
sektor penting dalam upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah
pandemi COVID-19.

“Pertanian tidak boleh berhenti. Teruslah menanam. Tapi perhatikan
juga protokol pencegahan COVID-19, agar produksi panen bisa maksimal
dan petani serta penyuluh tetap sehat,” kata Dedi.

Pihaknya menekankan pentingnya upaya menjadikan sektor pertanian untuk
memenuhi penyediaan pangan menghadapi Musim Kemarau (MK) 2020 dan
antisipasi dampak pandemi COVID-19. Oleh karena itu, ia mendorong
sejumlah daerah untuk mencetak wirausaha di sektor pertanian di
berbagai daerah sekaligus mempercepat musim tanah.

Selain itu, Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani)
diharapkan pula mampu melahirkan lebih banyak wirausaha di bidang
pertanian sebagai upaya untuk mengantisipasi kemungkinan krisis pangan
dengan peningkatan produktivitas petani.