Wakil Ketua Komisi I DPR RI Herman Khaeron

INDOAGRIBIZ. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron menginginkan pemerintah menggunakan pendekatan persuasif terkait komoditas gula dan tidak langsung melakukan aksi penyegelan gula karena dapat meresahkan masyarakat.

“Aksi penyegelan pabrik gula di PT Tersana Baru yang meresahkan masyarakat ini harus kita hindari. Ke depan harus ada upaya yang lebih baik, gunakan pendekatan persuasif,” kata Herman Khaeron dalam rilis, Senin (11/9).

Politisi Partai Demokrat itu meminta kepada otoritas keamanan pangan dan perdagangan untuk tidak mengambil tindakan yang meresahkan masyarakat apabila menemukan sesuatu hal yang menyangkut hajat hidup rakyat.

Menurut Herman, mutu gula yang tidak baik bukan semata-mata karena proses yang salah, tapi bisa jadi karena cara penyimpanan gula yang terlalu lama sehingga mengubah nilai kandungan dalam gula. Padahal, lanjut dia, hasil uji laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan bahwa gula tersebut tidak mengandung bahaya dan layak dikonsumsi, hanya perlu direproduksi.

“Dampak dari penyegelan ini bukan hanya dirasakan oleh BUMN yang menjual gula-gula tersebut, tetapi juga berdampak pada para petani tebu,” kata Herman Khaeron.

Ia juga menginginkan pemerintah untuk benar-benar menyejahterakan petani dengan mendukung usahanya dan membekali kapasitasnya dalam rangka mencapai swasembada gula. Herman juga mengingatkan bahwa masih ditemukan keluhan dari para petani mengenai rendahnya harga beli yang ditawarkan oleh Bulog sehingga berpotensi merusak harga gula di pasaran. [MOH/NSS]

Foto : Aktual.com