INDOAGRIBIZ–Perum Bulog perlu mendapatkan peran lebih besar agar dapat menyerap lebih banyak panenan petani yang tersebar di berbagai daerah sehingga menggenjot kinerja perekonomian sektor pertanian nasional.

Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin mengatakan, peran besar terhadap Bulog karena perusahaan di bawah BUMN itu sudah telah berpengalaman serta telah terbukti kinerjanya apalagi bila dilengkapi dengan gudang yang memadai untuk menyimpan komoditas dengan kualitas terjaga.

“Kami berharap Bulog diberi peran yang besar,” kata politikus PKS itu dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis (2/11).

Komisi IV DPR juga mengakui Bulog sudah seharusnya dikuatkan peranannya, terutama mengingat lembaga tersebut telah mempunyai infrastruktur hingga tingkat kecamatan di berbagai daerah pelosok. Pihaknya terus mendorong agar tidak ada pemotongan subsidi dengan harapan agar kualitas komoditas beras yang dijual ke masyarakat juga menjadi makin baik.

Andi bersama sejumlah anggota Komisi IV DPR telah berkunjung, antara lain ke Gudang Bulog Pasir Putih Divisi Regional (Divre) Jambi, 27 Oktober lalu. Bulog memiliki peranan yang penting untuk stabilisasi harga agar tidak ada komoditas pangan yang harganya dipermainkan di pasar.

Sebelumnya, Perum Bulog mendapat penghargaan sebagai BUMN yang Berpredikat Sangat Bagus Atas Kinerja Keuangan Selama Tahun 2016 dalam penganugerahan Infobank BUMN Awards 2017.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Siti Kuwati di Jakarta, Rabu (25/10) menyatakan, penghargaan tersebut menjadikan perusahaan negara itu makin termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya. “Semoga dengan telah dianugerahkannya Perum Bulog sebagai BUMN dengan predikat sangat bagus dalam kategori BUMN Bidang Penunjang Pertanian, semoga Bulog akan terus menjadi lembaga pangan yang mampu menjaga ketahanan pangan di seluruh Indonesia,” katanya.

Penghargaan tersebut berdasarkan rating oleh Biro Riset Infobank terhadap BUMN atas kinerja keuangan mereka Tahun 2015-2016. Hasil rating menunjukkan 56 perusahaan meraih predikat sangat bagus, 24 perusahaan dengan predikat bagus, dan 28 perusahaan mendapat predikat tidak bagus.

Bulog dinilai sukses meningkatkan kinerja bisnisnya selama 2016, dengan total pendapatan usaha Rp34,76 triliun meningkat 7,63 persen daripada tahun sebelumnya. [MOH]