Dongkrak Produksi dengan Patin PUSTINA di Kampung Patin Cisilad

Jakarta (Indoagribiz)— Kampung budidaya ikan patin Cisilad, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) diharapkan mampu memberi nilai tambah dan kesejahteraan pembudidaya. Pengembangan budidaya patin ini merupakan bentuk implementasi konkret salah satu program terobosan KKP yaitu pembangunan kampung perikanan budidaya air tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu  mengatakan, lokasi kampung perikanan budidaya yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 64 Tahun 2021 berjumlah 6 lokasi.  Pada tahun 2022 juga rencana lokasi kampung perikanan budidaya berada di 100 Kabupaten/Kota dengan total keseluruhan berjumlah 130 lokasi.

“ Salah satu Kabupaten yang masuk radar nantinya sebagai kampung perikanan budidaya adalah Kabupaten Lebak,” ujar Tb Haeru Rahayu, dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (15/12).

Tebe, begitu sapaan akrab Tb Haru Rahayu mengatakan, Kabupaten Lebak memiliki potensi  besar dalam bidang perikanan budidaya. Lahan untuk budidaya di Lebak luas dan sumber air melimpah, pasar lokal maupun internasional masih terbuka, transportasi jalan tol, pelabuhan dan bandar udara mudah diakses dan tenaga kerja pun tersedia.

Menurutnya, kondisi geografis maupun alamnya sudah memadai, tinggal pengembangannya. Dan untuk mengembangkan itu perlu melibatkan berbagai stakeholders serta bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga lainnya seperti Kemenkomarves, Kemenkop UKM, Kemenperin, dan Kemendag untuk mengawal program ini.

“ Untuk dukungan permodalan kami seperti BLU LPMUKP, perbankan sangat diperlukan. Dan tidak lupa juga dukungan dari daerah yaitu Pemerintah Daerah baik dari Provinsi Banten dan Kabupaten Lebak juga menentukan suksesnya Kampung Perikanan Budidaya Ikan Patin Cisilad,” kata  Tebe.

Kampung Perikanan Budidaya Ikan Patin Cisilad diharapkan akan menjadi kontributor pada produksi ikan budidaya nasional, membawa dampak positif pada penyerapan tenaga kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama para pembudidaya. Sebelumnya, jumlah pembudidaya dan pekerja pada usaha budidaya patin ini sekitar 20 orang. Nantinya akan meningkat menjadi sekitar 1.200 orang, antara lain terlibat pada produksi benih dan pakan, pembesaran, pabrik es dan cold storage/processing dan bidang manajemen serta pendamping. Dengan demikian, budidaya ikan patin di Kabupaten Lebak dapat menjadi sentra baru yang memberikan multiplier effect kepada berbagai pihak.

Dikatakan, manfaat dari program ini sangat luar biasa. Diharapkan, UPT dalam hal ini Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT ) Sungai Gelam yang memang terjun langsung dengan pembudidaya terus memberikan pendampingan agar program ini berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

“ Disamping mengembangkan patin varietas baru yakni Patin PUSTINA. Patin jenis ini mempunyai kelebihan bisa memangkas waktu pertumbuhan hingga dua kali lipat. Tidak hanya pertumbuhan cepat, Patin PUSTINA juga lebih kuat dibandingkan ikan patin umumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBAT Sungai Gelam, Boyun Handoyo mengatakan,  BPBAT Sungai Gelam telah menyediakan induk ikan patin PUSTINA sebanyak 515 ekor kepada Pokdakan Cilimus Sejahtera dengan harapan dapat mendukung target produksi 30 ton per hari. Target ini membutuhkan benih sebanyak 1,5 juta benih ukuran 3 inchi per bulan dengan pemeliharaan induk sesuai dalam hal pemenuhan nutrisi pakan dan lingkungan yang baik.

Boyun mengatakan, perlunya kerja sama dan kekompakan stakholder dan masyarakat terkait.  Juga perlu adanya segmentasi usaha mulai dari pembenihan, pendederan, pembesaran dan pasca panen yakni pengolahan dan pemasaran. Supaya perputaran ekonomi dan usaha berjalan dengan baik dan stabil. “Untuk mengawal suksesnya program ini, BPBAT Sungai Gelam selain menyediakan induk ikan patin, juga hadir bersama Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi melakukan pendampingan teknis diantaranya teknologi pematangan gonad, pemilihan induk, penyuntikan dan penetasan sistem corong,” kata Boyun.

Selain itu, terkait pembesaran ikan patin PUSTINA, BPBAT Sungai Gelam juga telah memberikan beberapa rekomendasi khususnya terkait segmentasi usaha bekerja sama dengan berbagai pihak. Patin PUSTINA merupakan strain patin yang sudah dibuktikan melalui uji coba selama 3 generasi yang memiliki kelebihan terhadap pertumbuhan dan ketahanan terhadap penyakit dan lingkungan jika dibandingkan strain yang ada di masyarakat saat ini. Dengan keunggulan tersebut tentu dapat meningkatkan produktivitas yang secara langsung berdampak kepada ekonomi  pembudidaya ikan patin.

“Adanya induk unggul dan penggunaan inovasi teknologi, tentunya kita semua berharap geliat usaha pembudidayaan ikan patin PUSTINA di Lebak bisa meningkat dengan signifikan tentunya dengan bantuan segenap stakeholder terkait,” harap Boyun.

Sedangkan H. Nuryadin dari Pokdakan Cilimus Sejahtera, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dalam hal ini KKP dan daerah yang telah melibatkan kelompoknya dalam program kampung budidaya ini. “Adanya Budidaya Ikan Patin Cisilad, diharapkan mampu memberikan peningkatan ekonomi kelompok kami dan pembudidaya lain, serta dapat memajukan perikanan budidaya di Kabupaten Lebak,” kata  Nuryadin.

Ditargetkan, kelompoknya akan panen ikan patin 1 kg per ekor. Target produksi 1 kolam menghasilkan sebanyak 6 ton. Padat tebar yang dilakukannya secara bertahap, konsep budidaya ikan patin bersegmentasi sehingga dalam 1 tahun bisa 3 kali siklus. Nantinya juga  menyediakan benih ikan patin untuk keperluan sendiri maupun masyarakat sekitar dalam rangka kemitraan.

Sementara untuk pasar, sasarannya adalah pabrik pengolahan ikan patin di Karawang. Pokdakan Cilimus Sejahtera akan mendorong pembudidaya sekitar dengan bekerja sama dengan Dinas Perikanan untuk sosialisasi nilai ekonomis patin yang tinggi. Bermodal  Rp 12 ribu per ekor, dengan  harga jual Rp 17-18 ribu per kg, diperoleh keuntungan 5 ribu. Hasil panen sudah ada yang menampung, sehingga menjadi daya tarik bagi masyarakat.

“Budidaya patin ini peluang usaha yang sangat menjanjikan karena pasarnya yang jelas baik lokal maupun ekspor, sehingga mampu menambah nilai ekonomi bagi masyarakat Lebak,” ujar Nuryadin.

“Kami berharap agar pemerintah pusat maupun daerah dan BPBAT Sungai Gelam serta BBPBAT Sukabumi terus memberikan pendampingan agar budidaya kami makin meningkat,” tandasnya.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan produktivitas kampung budidaya ikan patin Cisilad di Kabupaten Lebak dinilai berhasil menggerakkan roda perekonomian masyarakat dan daerah.  Karena produktivitasnya yang tinggi, Cisilad diproyeksikan menjadi kampung perikanan budidaya berskala besar, di mana aktivitas hulu dan hilirnya terintegrasi. Untuk itu, harus diimbangi dengan pengembangan fasilitas, seperti pasar, pabrik pakan hingga pabrik es. (dar)

Sumber Foto. Dok: Humas Ditjen Perikanan Budidaya