INDOAGRIBIZ–Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam membangun desa, terutama dalam mewujudkan tercapainya swasembada pangan.

“Modernisasi dan peningkatan peran generasi muda ini diharapkan dapat mewujudkan Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia pada 2045,” ujar Ketut Diarmita saat hadir pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Kabupaten Bantul di Stadion Agung Bantul Selasa 5 Desember 2017.

Menurut I Ketut Diarmita, adanya inovasi dan modernisasi dengan pemanfaatan teknologi di bidang peternakan, pertanian, hortikultura, perkebunan, perikanan, kehutanan sangat mendukung dalam mewujudkan swasembada pangan. Kepastian regulasi, katanya, diperlukan untuk mendukung usaha di bidang pangan agar menarik minat generasi muda.

I Ketut Diarmita berpendapat, tema HPS Nasional tahun ini yaitu, “Menggerakkan Generasi Muda dalam Membangun Pertanian Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia sangat sesuai momentumnya, terutama untuk menarik minat generasi muda di bidang pertanian. “Tema yang dipilih kali ini sangat strategis mengingat kurangnya minat generasi muda terhadap pertanian di era saat ini,” ungkapnya menambahkan.

Lebih Ketut Diarmita menyampaikan, isu pangan yang selalu hangat adalah kemiskinan, kelaparan, kerawanan pangan dan kekurangan gizi. Ia menegaskan, untuk mengatasi masalah ini, pembangunan pertanian, khususnya sub sektor peternakan harus memprioritaskan 4 hal, pertama, ketersediaan pangan asal ternak bagi masyarakat harus terjamin melalui program peningkatan produksi.

Kedua, dukungan ketersediaan infrastruktur, sarana dan prasarana yang memadai sehingga peternak mampu mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki. Ketiga, kebijakan dibidang pangan harus diperkuat melalui koordinasi dengan semua stakeholder yang bermuara pada peningkatan SDM dan kesejahteraan masyarakat. Dan keempat, Pemerintah dan Pemerintah Daerah harus mengupayakan percepatan peningkatan populasi ternak dengan mengembangkan dan menyebarkan teknologi dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan.

I Ketut Diarmita menyebutkan, salah satu upaya Pemerintah bersama Pemerintah Daerah untuk terus mendorong pertumbuhan populasi ternak adalah melalui optimalisasi reproduksi ternak dengan penerapan teknologi tepat guna, yaitu Inseminasi Buatan (IB). “Pemanfaatan teknologi tersebut merupakan salah satu upaya untuk peningkatan populasi dan mutu genetik ternak,” ungkap I Ketut Diarmita. Ditambahkan, melalui kegiatan IB, penyebaran bibit unggul ternak dapat dilakukan dengan murah, mudah dan berkualitas.

Berdasarkan laporan dari Sekretariat Nasional UPSUS SIWAB yang diambil dari data ISHIKNAS, hingga 1 Desember 2017, Kabupaten Bantul telah meraih 108% dalam merealisasikan Inseminasi Buatan (IB) sebesar 24.754 dari target yg diberikan sebesar 23.000. Hal ini menunjukkan tingginya antusias peternak Bantul menyambut program tersebut.

“Kita apresiasi para peternak Bantul, yang sangat antusias menyambut program Upsus Siwab (Upaya Khusus sapi Indukan Wajib Bunting) ini”, kata I Ketut Diarmita. Menurutnya, program ini selaras dengan tema HPS yang diangkat saat ini”. “Pemanfaatan optimalisasi teknologi di sub sektor peternakan salah satunya yaitu melalui IB. melalui IB diharapkan terjadi lompatan peningkatan baik kuantitas maupun kualitas populasi ternak nasional”, tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi masyarakat kepada pemerintah karena capaian Upsus Siwab bantul melebihi target, pada acara tersebut Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita diajak berkeliling Stadion Agung menggunakan gerobak sapi. [nss]