Petani kentang (foto natural nusantara)

INDOAGRIBIZ–Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menerapkan teknologi “ex-vitro” untuk memperbanyak bibit kentang unggul di lahan budidaya kentang Desa Sumberbrantas, Kota Batu, Jawa Timur.

Kepala BPPT Unggul Priyanto menegaskan, tantangan budi daya kentang tidak ringan, di antaranya ketersediaan benih kentang berkualitas yang masih terbatas. “Menjawab tantangan tersebut, kentang ex-vitro ini telah menunjukkan hasil positif. Yaitu telah terbangun sarana produksi benih kentang ex-vitro kapasitas 100 ribu benih/tahun, dan dengan dukungan Dinas Pertanian Kota batu telah dilakukan uji coba penanaman benih kentang ex-vitro dengan hasil yang menggembirakan (sekitar 35 ton per hektare),” tutur Unggul dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (26/1).

Kepada pemerintah kota dan petani kentang Kepala BPPT meminta untuk terus berkomitmen agar inovasi ini digarap secara serius dan berkelanjutan untuk dapat membantu meningkatkan produktivitas kentang.”Terus tingkatkan kerja sama ini agar aplikasi teknik perbanyakan benih kentang secara ex-vitro ini semakin mantap dan produktivitasnya semakin tinggi. Agar berdampak nyata secara nasional,” lanjut dia.

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri Bioteknologi BPPT Eniya L. Dewi mengatakan, untuk tanaman apel, pihaknya saat ini di laboratorium tengah melakukan pembibitan apel secara ex-vitro.”Kami di lab telah berhasil menginisiasi apel jenis simanalagi. Usai ini kita akan transfer pembibitan ke Kota Batu. Semoga dapat berjalan dengan lancar,” ujar dia.

BPPT melalui Balai Bioteknologi ditambahkan Deputi TAB telah berhasil melakukan inovasi perbanyakan benih kentang secara “ex-vitro” guna mendukung penyediaan benih kentang berkualitas dalam rangka menuju kemandirian nasional.

Ia menjelaskan, teknologi perbanyakan benih tanaman secara “ex-vitro” merupakan proses perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan menggunakan bagian tanaman (eksplan) yang mempunyai fase pertumbuhan cepat, di ikuti dengan pemberian stimulasi pertumbuhan, proses perbanyakan dengan pemotongan, yang dilakukan dalam kondisi aseptis di luar laboratorium

“Teknik ini merupakan mesin ‘foto copy’ untuk mendapatkan bibit tanaman yang mempunyai sifat sama dengan induknya. Kelebihan teknologi ini adalah mudah, murah dan bisa dilakukan di lokasi dekat tempat budi daya. Diharapkan inovasi teknologi ini terus mendorong tumbuhnya penangkar benih kentang berkualitas sekaligus terpenuhinya kebutuhan benih kentang unggulan,” ujar dia.

Senada dengan Kepala BPPT, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan bahwa masyarakat, khususnya petani di Kota Batu menyambut baik kehadiran teknologi ex-vitro BPPT.

Ia meminta agar teknologi ini dapat diterapkan pada buah Apel Batu yang menjadi ciri khas daerahnya.”Saya mohon agar petani yang telah mendapat ilmu ex-vitro ini dapat terus menghasilkan yang terbaik. Kepada BPPT semoga terus membantu dari aspek teknologi agar hasil pertanian Kota Batu semakin optimal,” kata dia. [moh]