Jakarta(Indoagribiz). Mengutip informasi dari laman Kementerian Pertanian, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir terkait daging kerbau asal India yang dimasukkan ke Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia telah dijamin keamanannya dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Pemasukan daging kerbau asal India ini merupakan salah satu upaya dalam antisipasi dan mengatasi masalah kekurangan pasokan dan lonjakan harga daging yang tidak terkendali khususnya menjelang hari besar keagamaan.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menerapkan prinsip kehati-hatian dan pengamanan maksimal dengan selalu  mengacu pada Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) sebagai badan dunia yang menetapkan standar-standar kesehatan untuk perdagangan internasional ternak dan produk hewan termasuk daging.

Pertimbangan pemerintah menetapkan India sebagai negara asal daging kerbau adalah karena India merupakan negara eksportir daging terbesar kedua dengan ekspor ke 65 negara dan menguasai lebih dari 20% pangsa pasar dunia serta memiliki harga daging yang kompetitif.

Walaupun secara teknis status kesehatan hewan di India belum dinyatakan sebagai negara bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), akan tetapi perkembangan program pengendalaian PMK menunjukan perbaikan secara menyeluruh dan dibuktikan dengan pengakuan OIE yang menyatakan India sebagai salah satu negara yang menjalankan program pengendalian PMK secara resmi. Pengakuan OIE diberikan dalam bentuk sertifikat yang diserahkan pada saat Sidang Umum OIE tanggal 28 Mei 2015.

Sesuai dengan persyaratan OIE, daging yang dapat diimpor dari India adalah hanya daging kerbau beku tanpa tulang yang berasal dari karkas yang telah dilepaskan limpfoglandulanya (deboned and deglanded meat), dan telah melalui maturasi pada temperatur 20C selama minimum 24 jam dan diuji pHnya 6,0 di tengah-tengah otot longissimus dorsi.

Dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dan pengamanan maksimal tersebut komisi ahli dibidang kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner dan karantina hewan telah melakukan kegiatan analisa risiko mulai dari penilaian kesehatan ternak di perternakan, kemudian kesehatan daging selama pemotongan, pengepakan sampai pengapalan, yang dilakukan mulai tahun 2015.  Berdasarkan penilaian risiko tersebut, masuknya PMK melalui pemasukan daging kerbau beku tanpa tulang dapat diabaikan (negligible) sehingga pada Juni 2016 pemerintah telah menetapkan India sebagai negara asal pemasukan daging kerbau beku tanpa tulang ke Indonesia.