Jakarta – Lembaga Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan pemberian akses impor kepada beragam perusahaan swasta bakal bermanfaat dalam rangka menurunkan harga pangan di Tanah Air.

“Guna menurunkan harga pangan, kebijakan perdagangan seyogyanya memberikan akses kepada perusahaan-perusahaan swasta yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi secara lebih bebas dalam kegiatan importasi bahan pangan pokok,” kata peneliti CIPS bidang perdagangan dan kesejahteraan Hizkia Respatiadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/7).

Menurut Hizkia, langkah itu juga dinilai dapat memberikan suplai bahan pangan dalam jumlah yang memadai bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peringkat ketahanan pangan. Hizkia juga menyoroti impor sejumlah bahan pangan seperti beras, gula dan daging sapi cenderung diwarnai oleh monopoli BUMN atau sejumlah kecil perusahaan swasta.”Kondisi ini mengakibatkan terbatasnya pasokan bahan-bahan pangan tersebut, sehingga mengakibatkan harganya di pasaran menjadi mahal,” papar dia.

Ia mengingatkan ketahanan pangan memiliki peran yang sangat penting terutama dalam memberantas kemiskinan. Hal tersebut karena masyarakat pra-sejahtera di Indonesia dapat menghabiskan hingga 50 persen pendapatannya untuk membeli bahan pangan sehingga keterjangkauan harga pangan juga akan membantu mengangkat beban yang diemban masyarakat berpendapatan rendah.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi untuk bisa menekan dan menstabilkan harga kebutuhan pangan masyarakat. Amran seusai melantik Kepala BKP dan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) di Jakarta, Selasa (18/7), mengatakan Kepala BKP harus bisa melakukan perbaikan distribusi pangan.