Ilustrasi kekeringan (foto sahabat petani)

INDOAGRIBIZ–Kementerian Pertanian (Kementan) melalui tim upaya khusus (upsus) Jawa Barat menyerahkan 20 unit pompa di Desa Lebak Anyar, Purwakarta, bagi 20 kelompok tani untuk mencegah kekeringan dan kegagalan panen.

Tim Upsus Jawa Barat Kementan yang dipimpin Banun Harpini mengatakan sawah di Desa Lebak Anyar, Kecamatan Pesawahan, Purwakarta seluas 40 hektare tersebut sudah menghijau dan membutuhkan air sehingga diperlukan bantuan pompa.

“Saya senang sekali melihat hamparan hijau begini. Lokasi sebelumnya membuat sedih. Kasihan para petani,” kata Banun, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (22/9).

Banun menjelaskan debit air dari sebuah pompa bantuan Kementan ini mampu mengairi sawah seluas satu hektare selama satu jam. Tim Upsus Jabar meninjau lokasi kekeringan dan korban hama wereng batang cokelat (WBC) selama dua hari dan berakhir di Desa Lebak Anyar.

Menurut dia, kondisi di desa tersebut cukup melegakan dibandingkan dengan kondisi pada lokasi lainnya yang terbilang memprihatinkan, mengingat puluhan hektare lahan sawah dibiarkan kosong akibat terserang WBC dan kerdil rumput serta kekeringan. Padi di desa tersebut sudah berumur dua bulan. Keadaan rumput yang sudah menghijau, namun membuat Purwakarta tetap optimistis stok beras tetap aman.

Sebelumnya, para petani dibantu TNI mencoba menaikkan air dari kali kecil di kampung, namun hasilnya nihil. Setelah mesin pompa diutak-atik, air bisa menyembur deras hingga membuat petani lega.

Berdasarkan laporan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) periode Januari-Agustus 2017, kekeringan tahun 2017 yang terdampak seluas 56.334 ha dan puso 18.516 ha. Angka ini lebih sedikit dibandingkan periode yang sama pada 2016, yakni terkena 66.922 ha dan puso 7.265 ha.(MOH)