INDOAGRIBIZ–Kementerian Pertanian memastikan pasokan beras tetap aman meskipun menghadapi musim hujan. Kebutuhan masyarakat aman lantaran pasokan tetap terjaga. Kementerian Pertanian meminta masyarakat tidak khawatir menghadapi musim hujan. Pasalnya, pemerintah sudah membuat langkah antisipasi terhadap kecukupan stock beras pada musim hujan.

“Itu tidak mudah tapi sudah dipersiapkan tiga tahun sebelumnya. Bagi pompa 40 ribu per tahun. Bangun embung, dam parit, dam-dam. Jadi siap  menghadapinya,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (8/12).

Menurut Amran, sejak lama ia mengetahui kenapa pada akhir tahun kelangkaan itu kerap terjadi. Salah satu penyebabnya, tanam pada bulan Juli sampai September tidak maksimal lantaran faktor kekeringan yang sedang dihadapi. Biasanya, petani hanya mampu menanam sekitar 500 ribu hektare. Angka tanam itu hanya bisa menghasilkan 1,5 juta ton beras. Sementara kebutuhan masyarakat sekitar 2, 6 juta ton.

Untuk mengatasi itu, Kementan sejak tiga tahun terakhir telah mempersiapkan agar ke depannya tidak terjadi kekurangan stok pangan. Caranya, Kementan membuat skema tanam sekitar satu juta per bulan sehingga masa panen tetap bisa sepanjang bulan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. “Kita pakai sistem tanam baru menghilangkan peceklik, caranya Juli sampai September itu dulu tanamnya sedikit, karena kering. Sekarang bagaimana kering itu bisa ditanami,” imbuh dia.

Segala langkah sudah dipersiapkan untuk mengantisipasinya. Pemerintah sebelumnya, lanjut Menteri Amran, telah membangun sistem sumber air agar proses tanam tidak terganggu. Bahkan infrastruktur lain untuk menunjang hasil panen tetap dilakukan termasuk menyiapkan asuransi kepada petani. “Kami sudah rancang tiga tahun, tidak bisa instan. Kita bangun Rain Water System, embung 30.000, sumur dangkal dan sumur dalam, dan kita bangun dam-dam di seluruh Indonesia,” jelas Amran.

Tahun ini, katanya, Kementan menyiapkan satu juta hektare lahan pertanian unyuk diasuransikan. Luasan itu dianggap aman karena kegagalan pertanian masih sekitar  100.000 hektare. [moh]

Foto: laman resmi Kementan