Anggota DPR Dorong BUMN Perikanan Bantu Pulihkan Ekonomi Nasional
Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak mendorong BUMN sektor
perikanan (gabungan Perum Perindo dan PT Perinus) untuk berperan besar
dalam membantu memulihkan kondisi perekonomian nasional yang sangat
terdampak pandemi COVID-19.
“BUMN perikanan mampu menjadi lokomotif pengelolaan sumber daya
perikanan nasional sehingga mampu menghela pemulihan ekonomi nasional
yang saat ini dilanda resesi,” kata Amin Ak dalam rilis yang diterima
di Jakarta, Senin (25/1).
Ia mengingatkan berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan
(KKP) pada tahun 2018, potensi lestari sumber daya perikanan tangkap
laut Indonesia mencapai sekitar 6,7 juta ton per tahun.
Dari jumlah tersebut, lanjut Amin, tingkat pemanfaatannya baru 53
persen atau sekitar 3,57 juta ton per tahun.
“Padahal jika seluruh potensi perikanan tangkap tersebut dimanfaatkan,
nilai ekonomi yang diperoleh diperkirakan mencapai 15,1 miliar dolar
AS atau sekitar Rp211 triliun per tahun. Itu baru komoditas ikan,
belum komoditas sumber daya laut lainnya,” kata Amin.
Lebih lanjut Amin mengungkapkan tidak optimalnya pemanfaatan sumber
daya perikanan tangkap di Indonesia karena masih rendahnya kapasitas
alat penangkapan yang dimiliki.
Amin menyontohkan dari potensi perikanan tuna, cakalang, dan tongkol
(TCT) sebesar 2,478 juta ton, produksi TCT 2019 hanya 129.785 ton atau
baru 5,2 persen yang dimanfaatkan.
“Dibentuknya holding BUMN perikanan, harus mampu mengoptimalkan
pemanfaatan sumber daya perikanan tangkap dan industri olahan berbasis
perikanan,” kata Amin.
Pembentukan holding semestinya menghilangkan tumpang tindih
kepentingan bisnis Perindo-Perinus yang selama ini terjadi di
lapangan.
Dengan demikian, ujar dia, hal ini seharusnya menjadi momentum untuk
ekspansi pasar dan meningkatkan daya saing perusahaan.
Kementerian BUMN memperkirakan perikanan Indonesia bisa menghasilkan
pendapatan Rp10,2 triliun, laba Rp1,06 triliun, dan total aset Rp5,87
triliun pada 2025, atau jauh di atas pendapatan Perindo sekitar Rp1
triliun dan Perinus Rp600 miliar pada 2019.
“Sudah saatnya BUMN Perikanan tampil sebagai lokomotif penghela
pemulihan ekonomi nasional dengan penguatan devisa dari perikanan,”
ucap Amin.