Pohon kedelai (foto manfaat bagus}

INDOAGRIBIZ–Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPTP Balitbangtan) Jambi siap mendukung Provinsi Jambi sebagai wilayah swasembada benih kedelai.

Kepala BPTP Jambi Moh. Takdir Mulyadi mengatakan, upaya tersebut dilakukan dengan penanaman benih sumber kedelai varietas Anjasmoro di Dusun Baru, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, seluas 3 hektare kelas benih BS dan 3 hektare kelas benih FS.

Penanaman tersebut, dengan estimasi musim tanam I, yaitu benih sumber FS + 3 ton (untuk tanam berikutnya 75 hektare) dan 3,6 ton SS (untuk tanam berikutnya 90 hektare), dilanjutkan pada musim tanam II akan diperoleh benih sumber sebanyak 90 ton SS (untuk tanam berikutnya 2.250 hektare) dan 108 ton kg ES (untuk tanam berikutnya 2.700 hektare).

Pada musim tanam III, estimasi hasil benih sebar (ES) sebanyak 2.808 ton setara dengan luas penanaman 56.160 hektare. “Diprediksi dengan jumlah benih tersebut dapat memenuhi kebutuhan benih kedelai di Provinsi Jambi tahun 2018, bahkan dapat diekspor keluar provinsi. Sehingga dapat mengukuhkan Provinsi Jambi sebagai wilayah swasembada benih kedelai,” kata Takdir Mulyadi melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (9/11).

Benih kedelai varietas Anjasmoro merupakan hasil penelitian dan pengembangan Balai Penelitian Tanaman Kacang dan Umbi (Balitkabi) Malang.

Kepala Balitkabi Malang Joko Susilo Utomo mengatakan, respons petani sangat positif terhadap teknologi unggul Badan Litbang Pertanian karena mereka mendapatkan informasi dan teknologi yang sangat berharga dalam usaha pengembangan dan perbenihan kedelai. Kementerian Pertanian telah mencanangkan kemandirian benih kedelai pada tahun 2018. [MOH]