BPDP-KS Siapkan Penguatan Petani Sawit
Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS)
menyiapkan sejumlah langkah untuk penguatan petani maupun kelompok
tani sawit yang terbukti mampu bertahan di tengah pandemi COVID-19
saat ini.
Plt Direktur Kemitraan BPDP-KS M Ferrian melalui keterangan tertulis
di Jakarta, Senin (31/8) mengatakan petani dan kelompok tani menjadi
poin penting dalam grand design penguatan industri sawit. BPDP-KS,
lanjutnya, memiliki program membantu pemberdayaan petani melalui usaha
mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Pertimbangannya sangat jelas, petani beserta kelembagaan mereka
merupakan kunci sukses dalam industri sawit,” ujarnya.
Menurut dia, dalam upaya peningkatan kesejahteraan, petani dapat
diarahkan kepada sektor UMKM, sebab bersifat usaha yang produktif
untuk peningkatan pendapat petani melalui penciptaan nilai tambah
produk sawit (minyak dan biomassa).
Selain itu, format kelembagaan UMKM dapat digunakan untuk meningkatkan
posisi tawar yang optimal dan akses langsung kepada pasar.
Di saat pandemi, tambahnya, banyak UMKM sawit yang menghasilkan produk
dibutuhkan masyarakat seperti produk pembersih tubuh, sanitasi, dan
makanan.
BPDP-KS telah menggerakkan petani supaya memproduksi produk pangan
yang relevan dengan keadaan saat ini, selain itu mendorong petani
untuk bisa memproduksi bahan bakar untuk kebutuhan sendiri dan
menyuplai bahan bakar di daerah sekitarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit
Indonesia (Apkasindo) Rino Afrino menyatakan banyak inovasi petani
melalui berbagai UMKM di sekitar perkebunan sawit. Mereka menghasilkan
inovasi produk seperti tas sawit, gula merah, dan dodol sawit.
Selain yang berhubungan dengan sawit, tambahnya, terdapat pula UMKM
yang menjadi pendukung kegiatan perkebunan dan industri di sektor
transportasi, perdagangan, dan logistik.
Sebelumnya, Asisten Deputi Pertanian dan Perkebunan, Deputi Bidang
Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UMKM Dewi Syarlen
mengatakan Kementerian Koperasi dan UKM telah menyiapkan sejumlah
langkah untuk menjaga keberlangsungan UMKM termasuk di sektor sawit.
Menurut dia, tiga langkah yang dilakukan kementerian untuk menjaga
keberlanjutan UMKM yakni bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan
pada UMKM aktif berdasarkan by name by address. Jumlah bantuan sebesar
Rp2,4 juta/UMKM kepada 12 juta UMKM di Indonesia.
Kemudian, pelatihan online meningkatkan kapasitas produksi UMKM serta
menjalankan standardisasi dan sertifikasi produk diberikan pada UMKM
yang sesuai dengan komoditasnya masing-masing agar produknya memiliki
daya saing tinggi.
“Perkebunan merupakan subsektor pertanian yang mampu bertahan di masa
pandemi. Komoditas sawit merupakan sektor paling tangguh dan menjadi
penolong perekonomian Indonesia,” ujarnya dalam Dialog Webinar UMKM
Sawit Sesi I bertemakan “Peluang dan Tantangan UMKM Sawit di Era New
Normal”, Jumat (7/8) lalu.