Benih Sawit Ilegal di Toko Online

Jakarta (Indoagribiz)— Benih unggul menjadi kunci dalam proses produksi sawit yang berkelanjutan. Namun, dengan semakin mudahnya pemasaran melalui online,  banyak oknum menyalahgunakan kemudahan tersebut untuk menjual benih sawit ilegal atau palsu.

Benih sawit atau kecambah sawit  ilegal ini banyak dipasarkan melalui platform toko online seperti shopee, tokopedia. Bahkan, Polda Provinsi Bengkulu berhasil membongkar pemasaran kecambah via online sebanyak 20 ribu yang menyasar penggunan dana desa.

Peredaran benih sawit ilegal dipastikan merugikan petani sawit. Benih ilegal tersebut kalau ditanam akan mengalami distorsi hingga 40 persen dari proses persilangan. Peredaran benih sawit ilgal sebenarnya sudah terjadi sejak lama, dan saat ini keberadaannya lebih masif karena memanfaatkan platform online.

Sekjen Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia, Rusbandi mengemukakan, peredaran kecambah benih sawit ilegal saat ini makin marak. “ Kami bersama teman-teman penangkar merasa terganggu dengan kehadiran benih sawit ilegal. Dulu pemasarannya secara off line, tapi saat ini sudah online sehingga jangkauannya lebih luas,” kata Rusbandi, kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (23/11).

Menurut Rusbandi, pengungkapan proses penangkapan oknum penjual benih sawit ilegal di Bengkulu harusnya menjadi trigger dan perhatian pemerintah. Peredaran benih sawit palsu ini harus ditertibkan dan ditindak secara hukum, karena jangkauannya saat ini lebih luas.

Rusbandi juga mengatakan, rata-rata petani (pekebun) baru mengenal internet, sehingga apa yang tertera di toko online benar adanya dan mereka akan membelinya. Mengingat antara benih ilegal dan asli sulit dibedakan.  Padahal,  penjualan benih sawit ada pedomannya dan diatur oleh pemerintah (Kementerian Pertanian).

“ Sehingga perdagangan benih sawit dilakukan secara tertutup. Kami sebagai penangkar kalau mau membeli benih sawit ada proses permohonan dan pendistribusiannya. Kemudian ada dokumennya, serta jumlah yang ditanam. Kalau benih tersebut dijualbelikan secara bebas, seperti sekarang ini hampir dipastikan, benih itu palsu,” paparnya.

Peredaran benih sawit ilegal ini sangat mengawatirkan. Benih tersebut kalau ditanam selama tiga tahun dipastikan produksinya akan rendah. Diharapkan, dengan terungkapnya oknum pengedar benih sawit ilegal di Bengkulu ini, prosesnya terus dilanjutkan, karena tak sesuai aturan. Sebab, kalau penjualan benih sawit ilegal ini dibiarkan,  kegiatan replanting tak akan selesai, sehingga terjadi pemborosan.

Hal senada diungkapkan, Pengamat Perkebunan Gamal Nasir. Menurut Gamal, para pemerhati, pembina dan pelaku usaha perbenihan sepakat untuk memulai upaya penghentian peredaran benih ilegal yang saat ini masih marak. Mengingat kelapa sawit memiliki peran penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia.

“ Saat ini Indonesia tercatat sebagai produsen benih terbesar di dunia. Produksi nasional
benih sawit tahun 2021 di semester 1 yaitu 50 juta benih dari 19 produsen benih kelapa
sawit dengan varietas unggul yang diproduksi mencapai 66 jenis, yang sebagian besar
terserap untuk kegiatan peremajaan perkebunan swasta ataupun rakyat,” katanya.

Dikatakan, di saat  besarnya kebutuhan masyarakat untuk melakukan replanting dan pengembangan kelapa sawit pekebun masih diperhadapkan dengan maraknya kasus penyebaran benih illegal. Bahkan, terkesan ada pembiaran oleh berbagai pihak terkait.

“ Saat ini Bapak Ibu bisamelihat bagaimana kecambah benih illegal dapat diperoleh dengan mudah dari platform toko online maupun marketplace. Baru-baru ini Polda Provinsi Bengkulu membongkar pemasaran kecambah via online sebanyak 20 ribu yang menyasar penggunan dana desa,” paparnya.

Gamal juga mengatakan, dalam rangka penguatan kelapa sawit sebagai pilar ekonomi nasional, dan memastikanmasyarakat mendapatkan benih bermutu, khususnya pada saat harga TBS yang cukup menarik, pemerintah harus menjadikan peredaran benih kelapa sawit illegal sebagai kejahatan luar biasa. Peredaran benih ilegal dapat merugikan petani hingga ratusan juga dan kerugiaan bisa dirasakan selama puluhan tahun.

“ Kami sepakat tidak boleh lagi ada beredar kecambah sawit yang seolah memperlihatkan pemerintah tidak hadir. Di sisi lain perlu adanya kerjasama dengan para pengelola toko online untuk menghentikan peredaran benih kelapa sawit illegal karena dapat disamakan penjualan barang terlaranga,” katanya.

Sementara itu, Divisi Pemasaran dan Logistik Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, Irma merasa prihatin dengan beredarnya benih sawit ilegal yang dijual secara online. Irma mengaku, selama ini PPKS Medan tak menjual benih sawit secara online. Persyaratan pembelian kecambah kelapa sawit untuk perusahaan besar swasta/koperasi/instansi pemerintah harus datang sendiri membawa surat permohonan pembelian dan SP2BKS. Hal sama juga berlaku untuk perusahaan besar negara.

“Untuk perorangan harus membawa surat permohonan pembelian, KTP dan surat keterangan kepemilikan lahan. Begitu juga untuk penangkar juga harus membawa surat permohonan pembelian, SP2BKS dan IUPB. Pembeli datang langsung ke PPKS atau melalui ruko outlet atau aplikasi My Sawit,” jelasnya. (dar)

Sumber Foto. Dok: indarto