Pegawai Barantan Kementan saat memusnahkan anggrek asal Filiina (foto kumparan.com}

indoagribiz.com. Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Barantan Kementan) melalui Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Soekarno Hatta memusnahkan 15.095 batang bibit anggrek (Phalaenopsis hybride) asal Filipina senilai ratusan juta Rupiah.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (1/9) disebutkan bibit anggrek yang dimusnahkan mengandung bakteri Dickeya chrysanthemi yang merupakan OPTK A1 golongan I. “Artinya, bakteri ini belum ada di Indonesia dan tidak dapat dibebaskan dengan cara perlakuan,” kata Kepala BBKP Soekarno Hatta Eliza Suryati Roesli.

Menurut dia, Bakteri Dickeya chrysanthemi menyebabkan penyakit busuk lunak pada tanaman anggrek dan dapat ditularkan melalui benih, tanah, sisa-sisa tanaman, maupun air irigasi. “Bakteri ini dapat mengancam pertanaman anggrek dan tanaman lainnya jika sampai masuk Indonesia,” ujar dia.

Oleh karena itu bibit anggrek tersebut dimusnahkan dengan menggunakan incenetaror di halaman kantor IKH Kanatina Soekarno Hatta. Pemusnahan dilakukan sesuai amanat UU No 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan untuk melindungi pertanian dalam negeri.

Selain bibit anggrek, BBKP Soekarno Hatta juga memusnahkan beberapa komoditas pertanian yang masuk Indonesia tanpa disertai dokumen persyaratan dari negara asal, berasal dari daerah yang dilarang pemasukannya, atau ditemukan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Berdasarkan hasil uji Laboratorium BBKP Soekarno Hatta sebanyak 231 kali upaya penegahan dalam kurun waktu April – Agustus 2017.

Komoditas yang dimusnakan tersebut yakni sampel benih padi sebanyak 2,2 kg dari Filipina karena ditemukan OPTK A2 Golongan I, Aphelencoides besseyi.

Benih sorghum sebanyak 200 kg dari Taiwan karena ditemukan OPTK A2 Golongan I, Pantoea stewartii subsp. stewartii, kemudian, benih bawang, kacang, rumput, cabai, kedelai dan jagung yang sebagian besar berasal dari Tiongkok. Bibit tin dari Malaysia dan bawang dari Tiongkok, kurma dari Kerajaan Saudi Arabia, durian dan buah naga dari Malaysia, mangga dari Dubai, serta berbagai macam produk tanaman.

Selain komoditas tumbuhan, BBKP Soekarno Hatta juga memusnahkan 3314 ekor DOC (anak ayam) dari AS yang telah mati dalam perjalanan, serta 386 kg produk hewan lain seperti daging ayam dari Tiongkok dan Korea, daging babi dari Tiongkok, daging sapi wagyu dari Jepang, serta daging olahan dari Tiongkok dan Vietnam. (MOH)