Bandeng Kartini, Brand Image Unggulan Jepara

Jakarta (Indoagribiz)—  Fish milk atau bandeng, tentu sudah banyak dikenal masyarakat pesisir. Selain dibudidaya bersama rumput laut, komoditas yang satu ini  juga bisa dikembangkan di tambak  idle. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, tahun ini akan mulai menggarap model pengembangan usaha budidaya bandeng berbasis klaster secara terpadu.

Sebelumnya KKP melalui BBPBAP Jepara menetapkan Kabupaten Jepara sebagai salah satu sasaran program prioritas nasional di bidang perikanan budidaya. Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Raharjo  mengatakan, pihaknya sangat pro aktif dalam mendorong optimalisasi potensi nilai ekonomi sumber daya perikanan budidaya di wilayah binaan. Khusus untuk Kabupaten Jepara, pihaknya telah mendorong untuk menjadikan Jepara sebagai salah satu lokus program prioritas nasional.

“Jepara ini punya potensi tambak yang cukup luas, terutama tambak-tambak idle dan ini bisa kita optimalkan lebih produktif. Komoditas bandeng saya kira jadi alternatif yang akan kita inisiasi pengembangannya. Tahun ini kita akan mulai fokuskan dengan penerapan model klaster di Kecamatan Donorojo. Saat ini sudah mulai on progres terutama terkait dengan perencanaan baik teknis maupun kajian model bisinisnya,” kata  Sugeng, dalam siaran persnya, di Jakarta, Minggu (27/6).

Di depan Bupati Jepara, Dian Satriadi, saat kunjungan ke BBPBAP Jepara beberapa hari lalu, Sugeng juga berharap ada komitmen dan tanggungjawab untuk berkolaborasi mengembangkan ekonomi lokal berbasis perikanan budidaya. KKP akan all out mendukung program program di daerah selama ada komitmen tinggi dari Pemda terutama berkaitan dengan fasilitasi kemudahan akses yang dibutuhkan termasuk aspek regulasi yang pro terhadap iklim usaha budidaya.

“Kami punya inovasi, punya konsep dan saya kira ini mesti kita elaborasi dengan kerja sama yang kuat dengan Pemda dalam hal ini Dinas Perikanan dan Bappeda. Mari kita keroyok bareng-bareng agar betul-betul inovasi ini bisa bermanfaat bagi ekonomi masyarakat dan daerah. Kami sejak dulu punya komitmen dan terus berupaya mendorong potensi Jepara ini bisa dioptimalkan,” paparnya.

Inisiasi Brand Image “Bandeng Kartini”

BBPBAP Jepara tengah menginisiasi pengembangan produk lokal berbasis bandeng. Melalui pengembangan klaster budidaya bandeng, pihaknya tengah merancang sebuah model bisnis yang terpadu untuk mengoptimalkan nilai tambah pada masing masing segmen bisnis dari hulu ke hilir.

Menurut Sugeng, untuk di hilir, pihaknya akan menginisiasi sebuah brand image yang diberi nama “Bandeng Kartini” sebagai produk lokal khas Jepara. Karakteristik kualitas bandeng Jepara khususnya di desa Clering memiliki daya tarik tersendiri. Pengembangan produk unggulan lokal ini akan menumbuhkan usaha penghela yakni UMKM pengolahan produk bandeng khas Jepara ini.

“Kualitas bandeng Jepara yang baik harus kita tangkap sebagai produk unggulan lokal. Jadi, ke depan orang akan mengenal Jepara dengan Bandeng Kartini-nya. Jika ini berkembang saya rasa akan tumbuh UMKM yang menggerakkan ekonomi,” katanya.

Menurut Sugeng,  pihaknya akan melakukan elaborasi pengembangan produknya mulai dari diversifikasi olahan sebagai produk yang siap saji (ready to eat) hingga pemasaran produk baik secara konvensional maupun secara online. Saya rasa ini bisa kita bangun dengan kerja sama antar pihak terkait,” ujarnya.

Dikatakan, dari awal pengembangan klaster seluas 5 hektare  (ha) dapat dihasilkan produksi minimal 10 ton dengan nilai ekonomi mencapai minimal Rp 180 juta per siklus. Dalam 1 tahun bisa dua kali siklus.

Menurut Sugeng, ke depan akan dirancang bagaimana melakukan diversifikasi produk sehingga ada added value minimal 50%. Disamping itu, nantinya ada mata rantai bisnis yang terlibat dan ini akan memperluas kesempatan berusaha bagi masyarakat.

“Potensi pengembangan lahan masih luas, jadi nilai ekonominya nanti bisa lebih besar. Ada perputaran uang sehingga memicu ekonomi lokal bergerak. Untuk lebih detail, nanti kami akan petakan rantai nilainya sehingga tahu persis nilai keekonomian tiap-tiap segmen usaha,” kata  Sugeng.

BBPBAP Jepara juga tengah menggagas kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk memanfaatkan dana CSR nya bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan usaha budidaya bandeng terpadu di Jepara.

Tahun 2021, BBPBAP Jepara telah menetapkan program prioritas di berbagai daerah diantaranya klaster bandeng di Jepara, klaster udang di Kutai Kertanegara dan Tangerang, klaster nila salin di Pati, pengembangan segmentasi budidaya kepiting dan lainnya.

Sementara itu,  Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu yang biasa disapa Tebe, dalam berbagai kesempatan menegaskan akan fokus pada upaya upaya pengembangan yang secara langsung berdampak pada pergerakan ekonomi lokal dan masyarakat dan penciptaan devisa ekspor.

“PR kita bagaimana sub sektor perikanan budidaya ini bisa memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Kita akan fokus pada peningkatan devisa dari ekspor dan perbaikan struktur ekonomi masyarakat terutama terus mendorong agar kualitas Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) semakin baik, utamanya ditengah pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya. (ind)