Foto ilustrasi (republika)
Balitbangtan Salurkan Benih Jagung Toleran Kekeringan ke NTT
Indoagribiz – Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) Kementerian
Pertanian menyalurkan bantuan benih jagung hibrida unggulan hasil
inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
Benih bantuan sebanyak 15 ton yang dikirimkan merupakan varietas
unggul toleran terhadap kekeringan hasil penelitian Balitsereal,
Maros, untuk mendukung program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) NTT.
“Tujuan program ini agar petani tetap menghasilkan jagung untuk
membeli sapi dan sisanya untuk menjaga agar ketersediaan pangan tetap
aman di masa pandemi covid 19,” ujar Kepala Balitsereal, Muhammad
Azrai melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (15/6).
Benih jagung yang disalurkan ke NTT terdiri dari lima varietas yakni
NASA 29, JH 27, JH 29, JH 37 dan JH 45. Kelima varietas tersebut
selain toleran kekeringan juga produktivitasnya tinggi, dengan
rata-rata mencapai 12-13,6 t/ha.
“Benih yang disalurkan selain toleran terhadap kekeringan juga sesuai
dengan kondisi sosial budaya petani di wilayah NTT di mana saat panen
batang dan daunnya masih hijau atau istilahnya stay green, yang dapat
dimanfaatkan sebagai pakan hijauan ternak,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada April 2020,
melakukan panen raya jagung di lokasi gelar teknologi jagung hibrida
di Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, NTT.
Di lokasi panen tersebut Gubernur memerintahkan Kepala Dinas Pertanian
untuk meningkatkan penyebarluasan program Tanam Jagung Panen Sapi
(TJPS) ke 17 kabupaten.
“Dengan program TJPS bisa meningkatkan kesejahteraan petani NTT,
diharapkan petani dapat hasil bukan hanya biji jagung, namun juga
menghasilkan pakan ternak yang memanfaatkan batang dari tanaman
jagung,” ujarnya.
Gubernur juga meminta Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)
Balitbangtan NTT bersama Dinas Pertanian Provinsi NTT untuk mengawal
kegiatan tersebut. Viktor juga berharap pada September nanti, panen
raya jagung dapat kembali dilakukan.
Sementara itu Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry mengatakan Program
Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) adalah program yang hanya ada di
Provinsi NTT dan satu-satunya di Indonesia.
Balitbangtan sebagai institusi yang dipercaya oleh Gubernur NTT,
lanjutnya, siap sepenuhnya untuk mendukung dan mengawal teknologinya.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
(Puslitbangtan), Haris Syahbuddin mengatakan, kegiatan TJPS di NTT
sudah tepat dan ini yang dimaksud dengan double track dimana hasil
jagung pipilan masuk ke industri di sisi lain petani juga dapat
memanfaatkan limbah batang serta daun jagung sebagai pakan ternak.
“Tidak lama lagi NTT akan menjadi provinsi yang tidak hanya swasembada
jagung, tetapi juga akan meningkatkan ekspor ternak sapi ke daerah
lain di Indonesia,” katanya.