Balitbangtan Siap Tingkatkan Kualitas Produk Kayu Manis
Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan)
Kementan siap meningkatkan kualitas produk dari tanaman kayu manis
melalui inovasi teknologi terkini, baik varietas unggul, teknologi
budi daya, ataupun teknologi pendukung lainnya sehingga mendongkrak
daya saingnya.
Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengatakan potensi pengembangan kayu
manis di Indonesia cukup besar, hal itu didukung oleh sumber daya alam
berupa kesesuaian lahan, teknologi, tenaga ahli, ketersediaan sumber
plasma nutfah, maraknya budi daya organik, serta tenaga kerja yang
tersedia.
“Saat ini, permintaan komoditas rempah seperti kayu manis mulai
meningkat, baik dalam bentuk agen penyedap makanan/minuman dan juga
sebagai bahan farmasi dan kosmetik,” ujarnya melalui keterangan
tertulis di Jakarta, Senin (13/7).
Dari 54 spesies kayu manis (Cinnamomum sp) di dunia, terdapat 12
spesies yang berada di Indonesia.
Dalam pemasarannya, ada tiga jenis kayu manis yang menonjol di pasar
dunia yaitu Cinnamomum burmannii di Indonesia yang produknya dikenal
dengan nama Cassiavera, Cinnamomum zeylanicum di Sri Lanka dan
Seycelles, serta Cinnamomum cassia di China dengan produknya Cassia
China.
Tanaman kayu manis jenis C burmannii BL banyak dikembangkan di
perkebunan rakyat di Indonesia, terutama di Sumatera Barat, Jambi, dan
Sumatera Utara.
Jenis C. burmanii BL atau Cassiavera merupakan produk ekspor
tradisional yang masih dikuasai Indonesia sebagai negara pengekspor
utama di dunia.
“Belum lama ini Balitbangtan telah melepas dua varietas kayu manis
yaitu Zeyna Agribun 01 dan Zeyna Agribun 02. Untuk Zeyna Agribun 02
cocok diambil daunnya sebagai sumber bahan baku minyak atsiri,” ujar
Fadjry.
Dikatakannya, kayu manis (Cinnamomun burmanii) merupakan salah satu
tanaman multifungsi yang telah banyak digunakan dalam industri makanan
dan minuman, obat-obatan, serta minyak atsiri.
Selain kulitnya yang merupakan hasil utama tanaman kayu manis, daunnya
dapat menjadi hasil samping yang memiliki nilai tambah melalui proses
destilasi menjadi minyak atsiri.”Hasil sampingan tanaman kayu manis
saat panen yang berupa batang, daun dan ranting dapat dimanfaatkan
menjadi produk yang bernilai ekonomis,” katanya.
Di dunia perdagangan, produk yang diminta berdasarkan jenis kayu manis
dan asal bahan. Cinnamon leaf oil diperoleh dari daun kayu manis jenis
Cinnamomun zeylanicum.
Cinnamon bark oil diperoleh dari kulit. Sedangkan cassia oil diperoleh
dari daun, ranting, dan bubuk kulit kayumanis jenis Cinnamomum
burmanni.