INDOAGRIBIZ–Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) melepas dua varietas baru mangga yakni banana manggo atau mangga agrigardina dan avocado manggo atau mangga gadung.

Pelepasan kedua varietas mangga tersebut dilakukan pada Ekspose Perbenihan dan Sumber daya Genetik Mangga yang digelar di Kebun Percobaan (KP) Cukur Gondang, Pasuruan, Jawa Timur selama 3-5 November 2017.

Kepala Puslitbang Hortikultura, Balitbangtan, Dr. Hariyanto mengatakan, disebut banana mango karena buahnya berukuran kecil, berwarna kuning kemerahan, harum, manis dan cara makannya dapat dikupas seperti pisang. Sementara, avocado mango, tidak lain karena cara membukanya seperti membelah buah alpukat, dengan diiris tengah dan diputar, ukuran buah besar, warna hijau segar serta manis dan pulen.

“Kedua mangga ini akan menjadi primadona baru mangga Indonesia, menyusul harum manis dan gedong gincu yang sudah terkenal di mancanegara,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (11/11).

Menurut Haryanto, kedua mangga tersebut akan menambah pilihan buah nusantara dan pastinya akan menjadi primadona di Pasuruan dan juga di wilayah lain di Indonesia. Kegiatan Ekspose Perbenihan dan Sumber Daya Genetik Mangga menyajikan banyak hal luar biasa dari keragaman mangga Indonesia dan potensi pengembangannya.

Selain melepas varietas, juga dilaksanakan temu bisnis dengan para pelaku bisnis mangga, pengenalan ratusan aksesi mangga, dan aneka pelatihan pendukung dalam budi daya mangga.

Temu bisnis

Dalam kesempatan lain Sekretaris Badan Litbang Pertanian M. Prama Yufdy menyampaikan, perlunya membangun networking yang kuat guna menghilirkan semua hasil inovasi Balitbangtan, hingga ke petani dan utamanya para pelaku agribisnis mangga dan buah tropika lainnya.

Untuk meningkatkan gairah agribisnis buah nusantara juga dilaksanakan temu bisnis yang dihadiri oleh semua pelaku agrinisnis mangga yaitu petani dan pengusaha mangga, calon petani, perusahaan kemasan, serta pasar modern. Hadir dalam kesempatan tersebut juga Pemda beberapa Provinsi dan Kabupaten, Perguruan Tinggi, serta Ditjen Hortikultura.

Dalam temu bisnis tersebut, masukan bagi para peneliti untuk para petani untuk mendapatkan mangga yang manis di pohon sesuai dengan preferensi konsumen. Komitmen Pemda dan juga Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian dalam mengembangkan wilayah yang berpotensi untuk mangga perlu dihimpun.

Petani dan pengusaha antusias untuk menanam dalam skala luas, perusahaan packaging dan pasar modern untuk retail masih kekurangan pasokan mangga dan sangat antusias, serta media membuka diri untuk mempromosikan. Selain itu juga dikenalkan 208 aksesi mangga lokal yang ada di Indonesia, 135 aksesi hasil silangan, serta 104 aksesi dalam tabulamplot.

Pengunjung terlihat sangat antusias, hampir 1000 tamu hadir dari seluruh wilayah Indonesia dengan berbagai motivasi seperti menambah pengetahuan, mencari peluang usaha, menambah materi pengajaran, bahkan hobi. [MOH]