Diminati Pasar, Balitbangtan Terus Kembangkan Varietas Unggul Krisan
Jakarta – Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) terus mengembangkan varietas
unggul bunga krisan yang memiliki corak unik karena selalu diminati
pasar.
Kepala Balithi Rudy Soehendi mengatakan kebutuhan krisan di Indonesia
masih tergolong cukup tinggi dan pemanfaatannya sebagai bunga pot dan
bunga potong, yang banyak dimanfaatkan sebagai rangkaian bunga dan
dekorasi lainnya.
“Oleh karena itu Balithi sebagai Unit Pelaksana Teknis Balitbangtan
selalu berupaya menciptakan varietas unggul yang memiliki corak unik
agar krisan selalu diminati pasar setiap waktu,” ujarnya melalui
keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (25/6).
Balitbangtan, tambahnya, telah melepas lebih dari 70 varietas krisan
bunga potong yang memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda-beda
setiap varietasnya.
Salah satu varietas unggul krisan yang dihasilkan Balitbangtan pada
2019 yakni Suryandhari Agrihorti yang memiliki bunga tipe spray
berbentuk ganda serta berwarna bunga pita kuning.
Krisan Suryandhari Agrihorti memiliki tinggi tanaman mencapai
111,5-137 cm, sistem perakaran serabut dengan waktu inisiasi akar stek
10-15 hari.
Selain itu, mempunyai periode kesegaran bunga dalam ruangan (vase
life) 12-14 hari, beradaptasi baik dan dapat dikembangkan secara
komersial di daerah dengan ketinggian lokasi 700-1.200 meter dari
permukaan laut.
Andi Burdah Zawahir, petani sekaligus penangkar benih krisan di
Kecamatan Pacet, Cianjur, mengatakan bahwa varietas-varietas krisan
Balitbangtan sangat disenangi pasar.”Terutama krisan potong jenis
spray dengan warna bunga kuning karena sangat cocok sebagai bahan
rangkaian dan dekorasi,” katanya.
Kurnia Yuniarto, pemulia varietas Suryandhari Agrihorti menjelaskan
bahwa pada umur 59 – 62 hari setelah tanam, varietas ini berpotensi
menghasikan 10 – 24 kuntum per tanaman per musim tanam.