INDOAGRIBIZ–Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Batitbangtan) Kementerian Pertanian, berhasil menciptakan inovasi berupa pupuk khusus untuk meningkatkan kualitas jeruk.

Kepala Balitjestro Dr Taufiq Ratullle menyatakan, pupuk yang dihasilkan tersebut berupa pupuk berkarakter lepas lambat (slow release fertilizer) sebagai upaya peningkatan efisiensi, produktivitas, mutu panen dan kelestarian lingkungan pada tanaman jeruk.

Tiga prototype pupuk lengkap slow release yang dihasilkan Balitjestro yakni PUKAP-01, PUKAP-02, dan PUKAP-03. Keunggulan Pupuk Lengkap Lepas Lambat (Pukap) antara lain, kandungan nutrisi lengkap dan formulanya sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman, mampu menyediakan nutrisi untuk tanaman lebih lama, pupuk mudah diaplikasikan, hemat biaya, serta ramah lingkungan.

Peneliti Balitjestro, Sutopo mengatakan pihaknya melakukan inovasi pupuk ini karena kebanyakan petani boros dalam penggunaan penyubur tanaman tersebut. Belum lagi, kebutuhan pupuk yang banyak untuk lahan yang luas. Pupuk berbentuk bola-bola, ada yang besar dan ada yang kecil, hasil inovasi yang dilakukannya bisa awet hingga 3-4 bulan.

“Adanya selaput yang menyelimuti pupuk berbentuk bola inilah yang membuat pupuk tersebut bisa digunakan 3 hingga 4 bulan. Pupuk ini juga memberikan nutrisi untuk tanaman dalam jangka waktu yang lama,” ujar dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (15/11).

Dikatakan, pupuk yang mengandung unsur hara esensial ini, justru lebih mudah digunakan untuk kebutuhan petani jeruk meski harganya 75 persen lebih mahal dari harga pupuk di pasaran, petani bisa lebih berhemat dalam penggunaan pupuk. “Pupuk ini sudah digunakan di Jember, Banyuwangi. Tetapi masih di lingkup internal saja,” katanya. (moh)