INDOAGRIBIZ–Kegiatan membakar jagung sebanyak 60.000 buah yang berlangsung di Desa Kemuningsari Kidul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, berhasil memecahkan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang digelar di lapangan desa setempat, pada Minggu (19/11).

Kegiatan yang diselenggarakan GEMPITA Jatim dengan tema “Desa Berdaulat Pangan” tersebut dihadiri oleh Bupati Jember Faida, jajaran Korwil Gempita Jatim, anggota MURI, pihak muspika Kecamatan Jenggawah, dan puluhan ribu warga desa setempat.

“Saya sangat terharu dan bahagia atas kegiatan Gempita ini menggelar pesta rakyat dengan membakar jagung sebanyak 60 ribu jagung, sehingga masuk dalam pemecahan rekor MURI,” kata Bupati Jember Faida saat memberikan sambutan dalam acara tersebut, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Rabu (22/11).

Menurut dia, kegiatan ini membuktikan pencapaian Gerakan Nasional Gempita oleh Mentan Dr. Andi Amran Sulaiman, sehingga sukses mendorong kebangkitan pemuda untuk kembali bertani yang ada di Kabupaten Jember.

Kepala Desa Kemuningsari Kidul Sujarwo Hadiono mengatakan, kegiatan bakar jagung massal tersebut merupakan salah satu wujud rasa syukur warga yang mayoritas sebagai petani atas panen jagung yang melimpah di desa setempat.

“Kegiatan membakar 60.000 jagung yang merupakan hasil panen petani itu merupakan puncak petik jagung dan membuktikan bahwa petani di Desa Kemuningsari Kidul berhasil mewujudkan swasembada jagung yang digerakkan oleh para pemuda,” kata dia.

Sementara itu Koordinator Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Ali Murtadho mengatakan, bangsa yang kuat adalah bangsa yang dapat mencukupi kebutuhan pangan dan didukung potensi alam yang luar biasa, sehingga Gerakan Nasional Gempita sebagai program konkrit regenerasi petani diharapkan Indonesia mampu menjadi lumbung pangan dunia secara berkelanjutan.

“Kegiatan bakar jagung yang berhasil memecahkan rekor MURI ini merupakan momentum kebangkitan pemuda tani karena sebagian besar petani di Indonesia berusia 50-an, sebagaimana spirit Menteri Pertanian yang mencanangkan Gempita sebagai gerakan nasional agar pemuda harus didorong untuk kembali mencintai dunia pertanian,” tutur dia.

Dengan kegiatan tersebut, lanjut dia, Gempita mengajak generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian dengan menunjukkan bahwa petani bisa menjadi entrepreneur dan petani bisa menjadi sejahtera hingga anak cucu, sehingga harapan pemerintah untuk swasembada pangan bisa tercapai. [moh]