Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia AjakĀ  Masyarakat Konsumsi Ikan Kaleng

Jakarta(Indoagribiz) – Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (Apiki) ajak masyarakat konsumsi produk perikanan sebagai menu sahur dan berbuka yang sehat, bergizi tinggi, dan aman.

“Ikan kaleng produksi Indonesia memakai teknologi sterilisasi sampai bakteri saja mati. Makan ikan kaleng aman, sehat, dan bergizi, komplet,” kata Ketua Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia Adi Surya dalam rilis yang diterima, Sabtu (26/5).

Menurut Ady Surya, produk ikan kaleng Indonesia telah melalui proses sterilisasi dengan teknologi tinggi untuk menghilangkan segala bakteri. Dengan demikian, meski tidak menggunakan pengawet dan pewarna, produk ikan kaleng Indonesia kaya gizi dan aman dikonsumsi dengan masa kadaluarsa hingga tiga tahun.

Ia menyayangkan selama ini masih ada stigma yang kurang baik yang kerap melekat terhadap produk ikan kaleng yang dinilai merupakan stigma yang jelas-jelas keliru.”Ada satu syarat ikan kaleng, syaratnya segar dari laut. Ikannya bahan bakunya beku laut, begitu ditangkap dibekukan di kapal. Kalau ditangkap nelayan ditangkap pakai pendingin,” lanjut Adi.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rina mengatakan, sosialisasi dan komunikasi untuk memberikan informasi kandungan ikan terus dilakukan.

KKP, menurut Rina, melalui UPT di berbagai daerah terus mendorong konsumsi ikan di masyarakat dengan melakukan pembagian ikan sehat dan bermutu kepada masyarakat. Terkait isu produk ikan kaleng mengandung cacing, masyarakat diminta untuk tidak terlalu terpengaruh dan tetap mengonsumsi ikan sebagai makanan sehari-hari.

Ia mengingatkan bahwa hingga saat ini ikan kaleng produksi perusahaan Indonesia telah diimpor ke 86 negara di berbagai belahan dunia. Keadaan ini memberikan harapan produk ikan kaleng perusahaan dalam negeri tak hanya dapat merajai pasar di dalam negeri, tetapi juga pasar internasional. (DS)