INDOAGRIBIZ–Kementerian Kelautan dan Perikanan akan prioritaskan program dukungan langsung bagi pembudidaya ikan dalam pagu indikatif APBN TA. 2018 yang mencapai Rp944,85 miliar. Dari angka tersebut sebagian besar diperuntukan untuk dukungan langsung kepada masayarakat pembudidaya ikan melalui program-program prioritas.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, pembudidaya ikan skala kecil harus distimulan agar mampu mengembangkan kapasitas usahanya. Bentuk dukungan tersebut, antara lain baik berupa fasilitasi kemudahan akses maupun bentuk dukungan langsung berupa input produksi. Ia, juga memastikan bahwa dukungan seperti sarana produksi budidaya dan pakan mandiri telah melalui tahapan kajian yang berbasis pada penilaian kebutuhan di tingkat masyarakat.

“Program 2018 itu mengacu dari pertimbangan kinerja tahun ini. Hasil kajian dan berdasarkan data yang ada menunjukkan bahwa program ini memberikan efek positif baik secara makro maupun mikro ekonomi,” jelas Slamet di Jakarta, Kamis (21/12).

BPS mencatat bulan  September tahun 2017, nilai tukar usaha pembudidaya ikan (NTUPi) tercatat sebesar 110,54 meningkat 1,12 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa usaha budidaya yang dilakukan masyarakat lebih efisien dan memberikan nilai tambah yang lebih baik.

Begitupun hasil kajian menunjukkan rata-rata pembudidaya ikan memiliki pendapatan sebesar 3 juta rupiah, artinya berada jauh di atas indikator garis kemiskinan yang ditetapkan BPS. Angka ini turut memberikan andil pada penurunan gini ratio yang hingga semester 1 tahun 2017 mencapai 0,393.

BPS juga mencatat tahun 2016 nilai ekspor sub sektor perikanan budidaya Indonesia mencapai USD1,68 miliar atau memberikan share sebesar 40,3 persen terhadap total ekspor produk perikanan atau naik 4,1 persen dari tahun 2015.
BPS juga mencatat tahun 2016 nilai ekspor sub sektor perikanan budidaya Indonesia mencapai USD1,68 miliar atau memberikan share sebesar 40,3 persen terhadap total ekspor produk perikanan atau naik 4,1 persen dari tahun 2015.

Di sisi lain, Kepala Pusat Kajian Pembangunan Perikanan dan Peradaban Maritim, Suhana dalam keterangannya menyatakan bahwa neraca perdagangan  ekspor perikanan budidaya positif selama tiga tahun terakhir. “Kalau mengkaji data International Trade Center, kinerja neraca perdagangan sub sektor ini menunjukkan trend positif,” ungkap Suhana.

Suhana juga menilai, jika dilihat dari proporsi komoditas, justru komoditas udang menempati urutan teratas dalam memberikan kontribusi terhadap total nilai ekspor produk perikanan nasional yaitu sebesar 31 persen dengan nilai ekspor mencapai USD1,28 miliar. Artinya, komoditas budidaya justru memberikan peluang sangat tinggi terhadap pemenuhan devisa

Sementara nilai impor sub sektor ini mencapai USD23,8 juta.  Angka ini menunjukkan bahwa neraca perdagangan sub sector perikanan budidaya mengalami surplus dengan nilai mencapai USD1,65 miliar. Secara makro, perikanan budidaya juga memberi andil besar terhadap kinerja pertumbuhan PDB Perikanan yang berada di atas rata rata sektor lain yakni sebesar 6,79 pada triwulan 3 tahun 2017.

Tercatat tahun 2016 nilai produksi perikanan budidaya mencapai Rp146,65 triliun dan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir (2012 – 2016) nilai produksi perikanan budidaya mengalami kenaikan rata-rata pertahun sebesar 19,3 persen.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Catfish Club Indonesia, Imza mengatakan bahwa bantuan KKP terutama mesin pembuat pakan sangat membantu masyarakat. Hanya saja menurutnya khusus untuk pembudidaya pemula harus diimbangi dengan pendampingan yang intensif, disamping itu penguatan kelembagaan harus didorong, sehingga pembudidaya memiliki akses terhadap informasi pasar.

Sedangkan Kadir, Ketua Pokdakan Mina Danu Lestari di desa Wanakarta, Indramayu, menilai bantuan KKP sangat membantu bagi peningkatan kapasitas usaha budidaya. “Pemerintah telah banyak bantu, mulai dari penataan saluran, rehab tambak, bantuan sarana prasarana, dan akses pinjaman lunak. Hasilnya, bisa terlihat dan dirasakan dampaknya sangat bermanfaat,” katanya. [nss]