Komisi Informasi Pusat Apresiasi Akses Keterbukaan Publik Kementan
Jakarta – Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) Romanus Ndau Lendong
mengapresiasi layanan informasi dan sistem keterbukaan publik yang
dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) selama beberapa tahun
terakhir.
“Dengan mendorong keterbukaan informasi publik, sekaan memberi
panggila kepada kita semua untuk kembali kepada sektor pertanian.
Karena pertanian merupakan jantung hidup sebuah bangsa,” ujar Romanus,
dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Kamis (17/9).
Menurut Romanus, ketebukaan publik penting dilakukan oleh Kementerian
dan Lembaga lain untuk membuka akses informasi masyarakat. Hanya
dengan hal itu, kata Romanus, masyarakat bisa lebih tahu apa yang bisa
diharapkan oleh Kementerian tersebut.
“Saya melihat Menteri Pertanian berserta jajarannya punya semangat
yang tinggi, dan itu menjadi modal penting bagaimana menumbuhkan
budaya keterbukaan itu,” katanya.
Perlu diketahui, sejauh ini baru ada dua Kementerian saja yang sudah
melakukan keterbukaan informasi publik secara baik, yaitu Kementan dan
Kementerian Keuangan.
Romanus menilai program dan kebijakan yang ada di sebuah kementeriam
dan lembaga tidak akan cukup jika hanya mengacu kepada program komisi
informasi saja, namun harus ada badan publik yang punya inisiatif di
alam terbuka.
“Saya berharap tahun depan pertanian bisa menjadi penyandang dana
terbesar nasional sehingga masyarakat kembali lagi ke sektor
pertanian. Mari kita buktikan bahwa menjadi petani lebih baik bahkan
lebih mulia daripada menjadi karyawan pabrik,” katanya.
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri
menyampaikan bahwa di tahun 2020 ini Kementan terus mengalami
peningkatan kualitas informasi yang cukup signifikan. Sebagaimana
arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk lebih responsif,
inovatif dan mampu menjawab tantangan secara tepat, terbukanya
informasi kinerja pembangunan pertanian yang akan berdampak positif
dalam penyelenggaraan negara yang baik, bersih, transparan dan
akuntabel.
Kondisi ini menurut Kuntoro sekaligus membuktikan bahwa monitoring dan
evaluasi rutin dilakukan, terutama untuk memberikan informasi yang
lebih baik dan aktual.
“Di tahun 2020 kualitas informasi publik dan layan informasi Kementan
menjadi 10 persen yang mana tahun sebelumnya hanya 1 persen. Ini
menjadi sebuah kebanggaan kami karena peningkatannya begitu tinggi,”
tutur Kuntoro.
Sumber foto : laman resmi Kementerian Pertanian