INDOAGRIBIZ–Presiden akhirnya menengahi polemik pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang. Setelah beberapa kali berdemonstrasi akhirnya nelayan dapat duduk bersama dengan Presiden dan Menteri Kelautan dan Perikanan (17/1) di istana negara.

Pertemuan yang berlangsung selama satu jam tersebut, menghasilkan kesepakatan bahwa pemerintah memberikan kesempatan bagi nelayan untuk beralih dari penggunaan cantrang.

“Kesimpulannya adalah diberikan waktu untuk sampai rampung semua, pindah dari cantrang menuju ke yang baru, tanpa ada batas waktu pun.Tapi jangan sampai menambah kapal,” ungkap Menteri Susi pada konferensi pers hari ini (18/1).

Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyiapkan satgas peralihan alat tangkap, untuk menyiapkan semua proses pengalihan alat tangkap mulai hari ini. Diperkirakan ada 1200 nelayan yang masih menggunakan alat tangkap cantrang, 80% merupakan nelayan dengan kapal di atas 30 GT.

Saat ini hanya di Pantura Jawa (Tegal, Batang, Pati, Rembang) yang masih diperbolehkan menggunakan alat tangkap cantrang sampai proses pengalihan selesai.

Susi berjanji juga akan membantu nelayan memperoleh kredit untuk dapat beralih alat tangkap dari cantrang. “Kredit akan kita bantu, tapi tidak boleh ya bohong ukuran kapal, harus diukur ulang semua kapal cantrang, dan tidak boleh nambah kapal lagi,” tandas Susi. (dia)