KKP Siapkan 500 Produk UMKM Perikanan dalam Gerakan Bangga Buatan RI
Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan hingga
sebanyak 500 produk unggulan hasil Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) perikanan dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Bangga
Buatan Indonesia (GNBBI).
“GNBBI merupakan momentum bagi UMKM perikanan untuk bangkit dan tampil
di tingkat nasional. Untuk itu diharapkan agar masing-masing daerah
menampilkan produk-produk unggulan perikanan khas,” kata Dirjen
Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo
dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat (21/8).
Menurut dia, sebanyak 500 produk itu merupakan ciri khas dari beberapa
daerah seperti ikan lais asap dari Riau, pempek dari Palembang, dan
ikan bandeng asap dari Sidoarjo. Nilanto menilai UMKM merupakan salah
satu sektor penting dalam perekonomian bangsa karena merupakan
penggerak ekonomi terutama di daerah-daerah di Tanah Air.
Khusus di sektor kelautan dan perikanan, jumlah usaha pengolahan skala
usaha mikro dan kecil memiliki proporsi terbesar dengan jumlah UPI
sebanyak 62.389 atau 98,46 persen.”UPI skala menengah besar hanya
berjumlah 975 unit atau 1,54 persen,” ujar Nilanto.
Ia mengingatkan bahwa saat ini adanya perubahan pola belanja
masyarakat seperti, penggunaan aplikasi belanja berbasis internet
serta jasa pengiriman barang semakin populer di masyarakat. Hal
tersebut perlu dilihat sebagai peluang sehingga para pelaku usaha juga
diajak untuk terus bertransformasi dari luring ke dalam sistem daring.
“Yang harus diperhatikan oleh para pengolah ikan adalah menjaga
kepercayaan konsumen dengan terus menjaga mutu dan meningkatkan
inovasi produk hasil perikanan,” pesan Nilanto.
Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan Nimmi Zulbainarni
mengemukakan bahwa dari sebanyak total 64 juta UMKM di Indonesia, baru
sekitar 14,68 persen yang sudah melakukan digitalisasi.
Tak hanya perubahan pola belanja, lanjutnya, pandemi ini juga dinilai
menyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat di mana saat ini yang
paling diburu adalah bahan pangan dan produk-produk kesehatan.