Masyarakat Rawat Restorasi Terumbu Karang di Bali

Jakarta (Indoagribiz).  Program padat karya Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) atau restorasi terumbu karang dengan pembuatan kebun karang yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  telah dilakukan pada 2020. Kini, sejumlah kelompok masyarakat terlihat mulai merawat dan menyulam kebun karang tersebut di Bali.

Di salah satu lokasi ICRG yang berada di Buleleng, Pokmaswas Penimbangan Lestari Desa Baktiseraga terpantau sedang melakukan pemeliharaan struktur kebun karang pada Kamis (07/01). Pemeliharaan struktur dilakukan dengan melakukan pembersihan sampah yang tersangkut di struktur hexagonal.

“Selain membersihkan sampah, masyarakat juga melakukan penyulaman bibit karang yang ditanam di struktur,” ujar Direktur Jasa Kelautan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL), Miftahul Huda, di Jakarta, Senin (18/1).

Menurut Huda, di Kabupaten Buleleng terdapat 13.486 unit struktur karang buatan terdiri dari hexagonal, fishdome, roti buaya, dan patung. Struktur karang buatan tersebut diletakkan di 6 titik, dengan luas total mencakup 7,4 hektare.

Huda mengatakan,  sejak awal program ini adalah ditujukan untuk masyarakat di Bali, dikerjakan oleh masyarakat Bali dan akan kembali manfaatnya secara jangka panjang untuk Bali.

“ Karena itu, kami berharap  masyarakat bisa menjaga dan merawat kebun karang ICRG yang telah dibangun dan dapat menuai manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal PRL TB Haeru Rahayu mengatakan, ICRG merupakan bagian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digalakkan pemerintahan pusat sebagai solusi dari dampak pandemi Covid-19. Di antaranya untuk menciptakan lapangan kerja, menjaga ekosistem terumbu karang, serta sebagai lokasi wisata dan edukasi.

Program padat karya yang bergulir sejak Oktober 2020 ini dilakukan di lima lokasi di Bali, yakni Pulau Nusa Dua, Pandawa, Serangan, Sanur, dan Buleleng. Total dana yang digelontorkan untuk menyukseskan ICRG lebih dari Rp.111 Miliar, bersumber dari pemerintah pusat dan daerah. Data yang dihimpun menunjukkan tenaga kerja yang terserap dalam kegiatan ICRG ini lebih dari 10.171 orang. (ind)