INDOAGRIBIZ–TNI AL Belawan dan tim Bidang Pengawasan dan Penindakan Karantina Belawan berhasil gagalkan upaya penyelundupan 20,5 ton beras ketan asal Thailand di perairan teritorial Belawan.

“Modu operandinya, beras disimpan dalam palka kapal,” kata Agus Sunanto, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, sebagaimana dikutip laman resmi Kementerian Pertanian, Rabu (14/2).

Menurut dia, kapal yang bawa beras itu tertangkap di zona teritorial oleh pasukan Lantamal Belawan yang tengah berpatroli, karena tidak memiliki dokumen karantina. Agus juga berterimakasih karena TNI AL Belawan terus bersama mendukung pengawasan lalulintas komoditas pertanian, terutama pangan ilegal.“Alhamdulillah, petugas karantina dan TNI di lapangan sangat solid, khususnya dalam menjaga keamanan pangan,” tambah dia.

“Upaya pengagalan penyelundupan komoditas pertanian berupakan keberhasilan bersama dalam menyelamatkan negara dari kerugian penyakit tumbuhan yang punya potensi merusak sektor pertanian, bisa rugi petani kita,” ujar Agus.

Saat ini beras ilegal telah dipindahkan dari palka Kapal KM Akarasa ke gudang Karantina Pertanian Belawan di jalan AH Nasution Gedung Johor Medan untuk penyidikan PPNS Karantina Belawan. [moh]

Foto : laman resmi Kementan