INDOAGRIBIZ–Perairan Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatera Barat, tercemar tumpahan minyak sawit mentah sebanyak 50 ton milik PT Wira Inno Mas pada Jumat (29/9). Pencemaram itu berdampak pada masyarakat pesisir yang mayoritas nelayan yang menggantungkan hidupnya di lautan.

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mendesak pemerintah daerah untuk segera memberikan sanksi terhadap PT Wira Inno Mas karena lalai dan kurang memperhatikan lingkungan.

“Kami mendesak Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya, untuk segera memberikan sanksi kepada PT Wira Inno Mas karena mereka lalai dan tidak serius memperhatikan tanggung jawab lingkungannya,” kata Sekretaris Jenderal KIARA Susan Herawati di Jakarta, Jumat (6/10).

Susan menambahkan, minyak sawit mentah tersebut akan memberikan dampak buruk bagi seluruh ekosistem dan nantinya berpengaruh pada masyarakat pesisir khususnya nelayan yang sangat bergantung pada lautan untuk keberlangsungan hidupnya. Setidaknya 1000 nelayan tradisional yang sangat merasakan dampak tersebut.

PT Wira Inno Mas telah melanggar dua peraturan perundangan, yaitu Undang-Undang No.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelola Lingkungan Hidup serta Undang-Undang No.7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam.

“Berdasarkan dua undang-undang yang disebutkan tersebut, Pemerintah harus segera mengevaluasi izin PT Wira Inno Mas, meminta mereka untuk segera melakukan pemulihan pencemaran dan memberikan ganti rugi kepada nelayan di Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat,” tutup Susan. (MOH)