Jakarta (Indoagribiz).Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan syukuran dalam rangka merayakan hari jadi ke-17 yang jatuh pada 6 Juni 2017, dengan menyelenggarakan jalan sehat bersama Komisioner KPPU, Sekretariat KPPU, dan para pejabat lintaskementerian pada Jumat lalu (14/7). Jalan sehat dimulai pada pukul 7 pagi, dengan rute kantor KPPU – Tugu Monas – dan kembali lagi ke kantor KPPU.

Dikutip dari laman resmi KPPU, Senin (17/7), Ketua KPPU, M. Syarkawi Rauf menyatakan, pada hari jadi KPPU yang ke-17 ini ada tiga poin penting yang dihadapi oleh KPPU, yakni keikutsertaan KPPU dalam tim lintaskementerian dalam kaitannya dengan pembentukan satgas pangan dalam mengendalikan harga pangan di pasar, mendukung proses percepatan proses pemerataan pasar dengan memperbaiki regulasi yang ada, dan peningkatan pengawasan kemitraan.β€œTim satgas pangan, perbaikan regulasi, dan peningkatan pengawasan kemitraan antara UMKM kecil dan perusahaan yang besar, menjadi fokus KPPU dalam usia ke-17 tahun,” jelas Syarkawi.

KPPU memasuki usia ke-17 tahun pada 8 Juni 2017, dan pada usia tersebut sejumlah hal yang telah dilakukan terutama melawan kartel yang ada di Indonesia.”Hadirnya KPPU di Indonesia secara umum untuk melindungi hajat orang banyak. Dari 17 tahun silam sudah banyak hal yang dilakukan. Namun ada pertanyaan apakah sudah maksimal maka jawabnya masih perlu banyak yang harus dikerjakan,” ujar Komisioner KPPU, Saidah Sakwan di Pontianak, beberapa waktu lalu.

Saidah menjelaskan sejak hadirnya KPPU dan atas kerja sama dengan pemerintah yang telah berhasil dilakukan di antaranya dalam hal industri penerbangan. Menurutnya yang sangat dirasakan adalah dari tarif yang teredukasi sebesar 50 persen.”Kalau dulu harga untuk tiket pesawat sangat tinggi. Setelah KPPU hadir dan melakukan investigasi sehingga harga kini sudah terjangkau,” kata dia.

Ia menambahkan lagi dalam hal telekomunikasi yang saat itu dimonopoli oleh perusahaan BUMN sehingga harganya sangat tinggi. Namun setelah KPPU masuk harga kini sudah wajar meskipun masih bisa ditekan.”Kalau dulu untuk SMS saja bisa mencapai Rp300. Kalau saat ini hanya kisaran Rp70 per SMS,” jelas dia.

Dijelaskannya, sektor lainnya yang tidak kalah penting dan menjadi perhatian pihaknya yakni di sektor pangan. Menurutnya mulai dari soal daging sapi, ayam, telur, bawang, dan lainnya pihaknya sangat fokus memantau harga agar tidak ada tindakan kartel.

“Kita akan terus melawan tindakan anti persaingan. Para kelompok produsen independen yang bertujuan menetapkan harga dan untuk membatasi suplai dan kompetisi akan terus kita hilangkan. Sangat disayangkan harga dan suplai di masyarakat dipermainkan sehingga kebutuhan masyarakat terhambat sehingga harga tinggi,” kata dia.

Saat ini kata dia masih banyak pekerjaan KPPU dan butuh dukungan dari semua pihak. Pemerintah saat ini kata dia sudah sangat mendukung penuh agar tindakan kartel di Indonesia bisa dihilangkan.”Mulai dari Pak Presiden, Kemendag dan pihak lainnya mendukung untuk melawan kartel. Saat ini kita fokus dalam hal pangan,” jelas dia.