INDOAGRIBIZ–Percepatan peningkatan populasi dan kerbau melalui Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) dengan menggunakan sistem perkawinan Inseminasi Buatan (IB) diharapkan mampu meningkatkan pendapatan peternak lokal.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan bahwa IB merupakan salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna yang menjadi pilihan utama untuk peningkatan populasi dan mutu genetik sapi.”Melalui kegiatan IB, penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak,” kata Diarmita , dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (29/3).

Darmita menambahkan, peternak sebagai tulang punggung peternakan nasional sudah saatnya harus berjaya. Untuk itu, pemerintah melanjutkan kembali kegiatan Upsus Siwab pada Tahun 2018 untuk percepatan pencapaian target kelahiran sapi dan kerbau secara masif dan serentak.

Pada 2017 capaian kinerja UPSUS SIWAB dinilai cukup berhasil. Untuk pelayanan IB dari Januari 2017 sampai dengan Maret 2018 telah terealisasi sebanyak 4.905.881 ekor, sedangkan sapi dalam kondisi bunting sebanyak 2.186.892 ekor dan kelahiran ternak sampai dengan Maret 2018 ini sebanyak 1.051.688 ekor. Sedangkan untuk capaian kinerja UPSUS SIWAB 2018 pada Januari sampai dengan Maret 2018 adalah sebanyak 929.411 ekor atau 123,92 persen dari target IB sebanyak 750.000 ekor.

Raihan untuk kebuntingan sebanyak 294.774 ekor atau 65,7 persen dari target 448.689 ekor, sedangkan pedet yang lahir sebanyak 140.553 ekor atau 31,87 persen dari target 440.997 ekor. [moh]